Senin 28 Oktober 2019, 19:28 WIB

Bukit Asam Siasati Harga Batu Bara Rendah dengan Jual HCV

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Bukit Asam Siasati Harga Batu Bara Rendah dengan Jual HCV

ANTARA/FB ANGGORO
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arivin

 

PT Bukit Asam (persero) Tbk (PTBA) terus berupaya membuka sumber bisnis baru demi mengakali rendahnya harga jual batu bara di tingkat global.

Salah satu yang tengah didorong saat ini adalah ekspor batu bara berkalori tinggi (high calorie value/HCV).

Produk tersebut dijual ke pasar premium atau nontradisional seperti Australia, Korea Selatan dan Jepang.

"Sekarang HCV belum banyak digarap perusahaan-perusahaan batu bara lain. Kami harap strategi ini bisa mempertahankan kinerja perusahaan ke depan," Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arivin di Jakarta, Senin (28/10).

Direktur Penjualan Bukit Asam Adib Ubaidillah menambahkan, sepanjang 2019, produk HCV telah terjual lebih dari tiga juta ton.

Adapun, pada 2020, perusahaan juga menargetkan sedikitnya bisa menjual HCV sebanyak tiga juta ton.

"Tahun depan, 50% produksi HCV kami sudah dipesan oleh Australia, Vietnam dan Industri baja di Malaysia," terang Adib.

Baca juga: Pengganti Dirut Inalum Harus Ahli Pertambangan

Dari sisi harga, HCV memiliki nilai yang jauh lebih baik dibandingkan batu bara biasa karena telah melewati proses nilai tambah. Produk tersebut juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi efisiensi.

Sepanjang triwulan ketiga 2019, emiten berkode PTBA tersebut mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp16,3 triliun. Angka tersebut tumbuh tipis dari capaian periode yang sama 2018 yakni Rp16 triliun.

Kendati mengalami peningkatan pendapatan, laba usaha tergerus 21% dari Rp3,9 triliun pada triwulan ketiga 2018 menjadi Rp3,1 triliun triwulan ketiga 2019.

Harga batu bara yang masih lesu juga menjadi faktor utama menurunnya laba perseroan. Peningkatan penjualan yang dicapai pun belum mampu mengompensasi rendahnya harga jual saat ini. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More