Senin 28 Oktober 2019, 19:11 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Diisukan Beli Manchester United

Antara | Sepak Bola
Putra Mahkota Arab Saudi Diisukan Beli Manchester United

MANDEL NGAN / POOL / AFP
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

 

PARA pejabat Manchester United telah terbang menggunakan jet pribadi ke Arab Saudi untuk membahas akuisisi kepemilikan saham klub ini oleh pihak Arab Saudi yang kemungkinan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, sehingga Keluarga Glazers dari Amerika Serikat tidak lagi menjadi pemilik Setan Merah, tulis The Express sehari lalu.

Menurut The Express, rumor bahwa keluarga Kerajaan Arab Saudi bakal menguasai saham MU tidak pernah surut. Dalam lamannya koran Inggris ini menyatakan bahwa pendukung Setan Merah tidak senang kepada Keluarga Glazer yang mengambil alih klub ini pada 2005.

Rumor berseliweran bahwa Pangeran Muhammad Bin Salman kemungkinan akan membeli saham klub ini dalam waktu tidak terlalu lama lagi. Para pejabat United akan menghadiri Prakarsa Investasi Masa Depan yang diadakan oleh keluarga kerajaan Arab Saudi pada bulan ini.

Keluarga Glazers sendiri sudah menghadapi acara tersebut edisi tahun sebelumnya, tetapi tahun ini mereka mengutus perwakilannya saja, demikian Duncan Castles dalam podcast The Transfer Window.

Manchester United saat ini ditaksir bernilai 2 miliar pound atau Rp36 triliun oleh Bursa Efek New York (NYSE), tetapi nilai sebesar ini tidak akan membuat mundur Muhammad Bin Salman karena keluarganya memiliki kekayaan 1 triliun pound atau Rp18.000 triliun.

Seandainya keluarga kerajaan Saudi ini membeli klub tersebut dari Keluarga Glazers, mereka akan menjadi keluarga kerajaan kedua yang memiliki klub top Eropa dalam beberapa tahun belakangan.

Keluarga kerajaan Qatar sudah lebih dulu membeli Paris Saint Germain pada 2012 seharga 100 juta pound atau Rp180 miliar.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More