Senin 28 Oktober 2019, 18:14 WIB

Pemprov DKI Rekrut Total 2.998 CPNS Tahun 2019

Selamat Saragih | Megapolitan
Pemprov DKI Rekrut Total 2.998 CPNS Tahun 2019

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ilsutrasi

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 sebanyak 2.998 orang. Mereka diterima untuk mengisi tiga sektor yaitu pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis administrasi, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, ketika ditemui usai acara Sumpah Pemuda, di Monas, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

“Ini baru diarahkan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) kurang lebih sebanyak 2.998 orang untuk mengisi tiga sektor tersebut, lanjut Chaidir. Namun, dia tidak merinci berapa saja slot yang dibutuhkan dari tiga sektor itu.

Chaidir menambahkan, jumlah yang ditentukan Menpan untuk penerimaan CPNS ini lebih sedikit dibandingkan yang diajukan BKD sebelumnya.

Dia mengatakan, pihaknya sebelumnya mengajukan sebanyak 2.500 orang untuk CPNS dan 11.150 orang untuk P3K.

“Nah untuk PNS ini kita ajukan 2.500 orang dan yang untuk P3K kita ajukan 11.150 orang sedianya untuk menampung tenaga yang K2. Namun yang P3K ini tidak turun, yang diturunkan formasi CPNS,” lanjut Chaidir.

Dia pun mengakui, jumlah 2.998 CPNS belum mampu mengisi seluruh kekosongan pegawai yang terus menerus pensiun setiap tahunnya.

“Belum cukup (maksudnya belum memenuhi kebutuhan). Pemrov DKI kan ada sekitar 4.500 orang yang pensiun setiap tahun,” ujar Chaidir.

Pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka rekrutmen pegawai dengan total formasi yang akan dibuka sebanyak 197.111 orang.

Adapun rinciannya meliputi sebanyak 37.854 formasi untuk kementerian atau lembaga dan 159.257 formasi untuk daerah. Total formasi tersebut di antaranya termasuk untuk dosen, peneliti dan perekaya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More