Senin 28 Oktober 2019, 17:10 WIB

Substitusi Impor Dorong Pertumbuhanan Ekonomi

Faustinus Nua | Ekonomi
Substitusi Impor Dorong Pertumbuhanan Ekonomi

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta

 

PRESIDEN RI Joko Widodo telah membentuk Kabinet Indonesia Maju dalam masa pemerintahan periode ke II. Di tengah sitiasi ketidakpastian global susunan kabinet baru, khususnya tim ekonomi diharapkan memiliki terobosan kongkrit dan stretegi jitu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Chief Economist tanamduit Ferry Latuhihin menilai bahwa tim ekonomi harus punya gebrakan baru untuk bisa bersaing dengan secara global. Menurutnya saat ini belum saatnya Indonesia mengejar penibgkatan ekspor. Pemerintah seharusnya lebih fokus untuk meningkatkan substitusi barang impor.

"Misalnya tekstil, serbuan barang dari China itu banyak, pertanian juga banyak dari luar lebih murah ketombang harga komoditas dalam negeri. Nah ini pekerjaan rumah pemerintah," kata Ferry dalam acara media gathering dan diskusi "Menakar Arah Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju" di Jakarta (28/10).

Untuk meningkatkan substitusi impor, menurutnya pemerintah harus serius membangun iklim investasi yang baik. Saat ini masih banyak regulasi yang menghambat masuknya investor ke dalam negeri. Oleh karena itu menurutnya sangat penting untuk mempercepat deregulasi.

Selain itu ada pula hambatan di sektor birokrasi. Menurutnya dengan adanya otonomi daerah, terjadi tumoang tindih aturan perijinan sehingga menyebabkan tingginya biaya perijninan tersebut. Ada pula reformasi struktural yang juga harus segera diberlakukan pemerintah serta lower entry barrier for investment.

"Grandfather clausa tidak jalan, sehingga perlindungan terhadap investor itu tidak ada. Hal-hal smacam ini yang menghambat investor datang," tuturnya.

Dengan meningkatkan substitusi diharapkan dapat menekan banyaknya barang impor yang masuk. Pemerintah bisa memanfaatkan luasnya pasar dalam negeri untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, ekonomi dalam negeri akan terus bertumbuh dan tidak terkena dampak dari adanya perang dagang.

Terkait dengan susunan kabinet tim ekonomi yang baru, menurutnya tidak masalah. Intinya para menteri harus punya gebrakan baru untuk mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi yang stagnan bahka diprediksi bank dunia akan terus menurun di tahun-tahun mendatang.

"Siapaun menteri akan hadapi masalah yg sama. Kalau kita tidak punya uang/ saving artinya kita mengharapkan capital asing.

Trade kita minus 3, maka invetasi harus terus didorong," tambahnya.

Sementara itu Co-founder tanamduit Muhammad Hanif menuturkan bahwa potensi Indonesia sangat besar. Masyarakat khususnya kalangan muda harus diberi informasi dan edukasi terkait investasi. Menurutnya investasi juga akan turut membantu pendanaan pembangunan Indonesia sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi.

"Tanamduit adalah distributor reksa dana, sbn dan asuransi. Ke depan kita akan tambah lagi produk. Sebagai fintech yang bergerak di sektor keuangan merasa penting untuk memberi edukasi dan informasi kepada masyarakat," katanya.

Saat ini platform tanamduit terus memberi edukasi kepada masyarakat. Selain kepada kelompok masyarakat tanaduit juga memberi edukasi kepada mahasiswa di kampus-kampus. Dengan adanya edukasi ia mengharapkan masyarakat paham pentingnya investasi bagi perekonomian Indonesia.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More