Senin 28 Oktober 2019, 16:34 WIB

Peran Mahkamah Konstitusi RI diperhitungkan Dunia

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Peran Mahkamah Konstitusi RI diperhitungkan Dunia

MI/Susanto
Hakim konstitusi Arief Hidayat

 

MAHKAMAH Konstitusi (MK) menunjukkan peran aktif dan dapat berbicara banyak serta berdampak besar bagi persekutuan Mahkamah Konstitusi atau lembaga sejenis di negara-negara Asia.

Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat mengatakan peran Mahkamah Konstitusi Indonesia baik ditingkat regional Asia maupun dunia sangat diperhitungkan.

Hal itu dapat dilihat bagaimana negara lain seperti Mesir yang meminta pelajaran ke MK RI karena dapat memutus Pileg dan Pilpres sebaik-baiknya. Selain itu, keberhasilan MK menjaga negara hukum dengan demokratis karena MK merupakan the guardian of constitution and the guardian of ideology.

"Sehingga Indonesia dianggap berhasil oleh negara lain. Selain itu, Indonesia juga masih dipercaya untuk adakan kongres nanti juga merupakan akan di agendakan di Bali," kata Arief di Mahkamah Konstitusi, Senin (28/10).

Sebetulnya tuan rumah untuk agenda The Association of Asian Court and Equivalent (AACC)  yaitu Malaysia karena ketua AACC saat ini adalah Ketua Mahkamah Persekutuan Malaysia, Raus Sharif.

"Namun, Malaysia anggap Indonesia masih menjadi sekertariat tetap maka akan diadakan di Nusa Dua Bali bulan November nanti," ujar Mantan Ketua Majelis Hakim tersebut.

Diketahui, Sekertariat tetap AACC sendiri bertugas untuk mengkoordinasikan Mahkamah Konstitusi atau sejenis ditingkat Asia.

Acara simposium Mahkamah Konstitusi dan Institusi Sejenis se-Asia itu dinilai sangat penting bagi Indonesia dan memiliki dampak yang luar biasa, mulai dari segi pariwisata hingga pelajaran dari wewenang MK sendiri.

"Pertemuan ini sangat prestisius karena pertemuan ini akan disorot oleh dunia. Selain itu, Indonesia menjadi kutub dunia," ungkapnya.

Manfaat simposium dan agenda AACC di Nusa Dua Bali akan baik bagi pariwisata Indonesia karena jumlah kehadiran dari 30 negara. Ribuan pejabat Mahkamah Konstitusi atau Institusi sejenis hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, manfaat lainya ialah dapat menguatkan institusi MK RI dari sisi kewenangannya baik dari pengujian UU, PHPU, hingga impeachment.

"Saya berguru bagaimana impeachment terjadi di Korea Selatan. Korea melakukan impeachment presiden dengan baik. Tapi, MK RI tidak tahu langkahnya itu bahaya sekali. Selain itu pembubaran partai politik yang belum pernah dilakukan di Indonesia," jelasnya.

Dirinya menceritakan pengalamannya dari institusi sejenis di Jerman yang mampu membubarkan partai politik yang memiliki ideologi NAZI, dan di Korea Selatan membubarkan partai politik yang memiliki paham Korea Utara. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More