Senin 28 Oktober 2019, 15:49 WIB

Klub Basket Amartha HangTuah Rekrut Pelatih Asing

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Klub Basket Amartha HangTuah Rekrut Pelatih Asing

ANTARA\/Ari Bowo Sucipto
Pebasket Stapac Jakarta, Damar Grahita (kiri) berusaha melewati hadangan pebasket Hang Tuah, Abdi Lucky (kanan) dalam pertandingan IBL.

KLUB basket Amartha HangTuah terus melakukan pembenahan setelah kehilangan pelatih kepala Andika Supriadi Saputra atau akrab dipangging 'Coach Bedu' yang hengkang ke tim Louvre.

Demi tampil maksimal di Indonesia Basketball League (IBL) 2020, Presiden Amartha HangTuah, Gading Ramadhan Joedo, mengaku telah merekrut pelatih berkebangsaan AS.

Namun, Gading belum mau menyebutkan nama pelatih karena masih dalam pengurusan dokumen dan pengurusan kartu izin tinggal terbatas atau tetap (Kitas).

“Pelatih ini lebih untuk melatih skil dan pengembangan para pemain saja. Ia akan menjadi bagian dari staf kepelatihan tim, tapi bukan jadi pelatih kepala,” ujar Gading saat ditemui di konferensi pers kerja sama HangTuah dengan Mekari, di Ayana MidPlaza, Jakarta, Senin, (28/10).

Maka, pelatih sementara yang menggantikan Bedu, yakni Harry Prayogo sebagai pelatih kepala untuk sementara.

Coach Harry kan asisten pelatih sebelumnya, sekarang ia naik jadi pelatih kepala. Tapi di balik layarnya itu ada pelatih dari Kansas, AS,” tutur Gading.

Perihal kepergian mendadak Bedu ke tim Louvre, Gading mengaku timnya merasa tak kecolongan.

“Tidak sih, mungkin memang sudah passion Bedu juga. Karena pengembangan anak-anak sudah dikenalkan dengan staf pelatih yang lain juga,” tuturnya.

“Jadi hilangnya Bedu ini hanya hilangnya suatu sosok. Jadi tak mengguncang atau bikin berubah tim secara signifikan,” tambahnya.

Gading sendiri mengaku masih mencari pemain tambahan untuk mengarungi Liga IBL 2020. Ia akan mencari tiga pemain asing yang disediakan IBL untuk memperkuat tim.

“Kita sedang scouting juga, draftnya sudah dapat, makanya kita pelajari dahulu,” ucap Gading. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More