Senin 28 Oktober 2019, 14:08 WIB

Penumpang Pesawat Ditangkap Bawa 1.800 Butir Esktasi

Puji Santosa | Nusantara
Penumpang Pesawat Ditangkap Bawa 1.800 Butir Esktasi

Antara
Pemuda asal Aceh ditangkap saat hendak naik pesawat karena membawa 1.800 ekstasi di bandara Kualanamu, Sumatra Utara

 

PEMUDA berinisial MRF, 29 calon penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-397 rute KNO-CGK, Jakarta, diamankan petugas Avsec Kualanamu International Airport (KNIA), Kabupaten  Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (27/10). Penangkapan terhadap warga asal  Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh itu dilakukan setelah petugas keamanan bandara mendeteksi tersangka  membawa narkotika jenis pil ekstasi.

Menurut Duty Manager Bandara Kualanamu, Supri Handoyo informasi itu pertama kali disampaikan pihak Avsec. Dia menyebutkan calon penumpang dengan nomot seat 19E itu diamankan dari area pemeriksaan security check poin (SCP) lantai dua terminal penumpang Bandara Kualanamu. Guna pembuktian, calon penumpang tersebut kemudian digelandang ke ruangan khusus untuk menjalani pemeriksaan manual barang.

"Hasilnya, petugas menemukan sebuah kotak makanan berisi ekstasi yang jumlahnya 1.800 butir," ujar Supri kepada wartawan di Bandara KNIA Senin (28/10).

baca juga: Sumpah Pemuda Gencarkan Toleransi Beragama

Dijelaskannya, pelaku dan barang bukti diamankan di SCP dua saat akan berangkat. Setelah dilakukan pemeriksaan pada tas ransel pelaku ditemukan 1.800 butir pil diduga esktasi.

"Setelah diamankan, kemudian dilakukan serah terima calon penumpang degan bawaan barang tersebut (barang bukti) berupa pil ekstasi, sejumlah uang, HP, jam tangan, dompet pelaku bersama kartu identitas dan lainnya ke KBO Satres Narkoba Polres Deliserdang dan disaksikan pihak Lion Air, TNI dan OIC guna pengembangan lebih lanjut," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More