Senin 28 Oktober 2019, 13:45 WIB

Kemenkes Berkoordinasi dengan BKKBN Guna Turunkan Angka Stunting

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Kemenkes Berkoordinasi dengan BKKBN Guna Turunkan Angka Stunting

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) didampingi Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri)

 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan ke Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus memperkenalkan dirinya kepada seluruh jajaran BKKBN.

Dalam kunjunganya itu, Terawan juga menyinggung mengenai koordinasi antara pihak Kementerian Kesehatan dengan BKKBN untuk dapat melanjutkan upaya-upaya menekan angka stunting atau kekerdilan pada anak di Indonesia.

"Stunting, menyangkut upaya-upaya kita dalam konektivitas antarkementerian kesehatan dengan BKKBN supaya tidak terjadi tumpang tindih, sehingga tetap fokus menurunkan angka stunting dengan cepat," kata Terawan saat di temui di Kantor BKKBN, Jakarta, Senin (28/10).

Pihaknya akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan BKKBN agar angka stunting terus menurun hingga mencapai target yang ditentukan World Health Organization (WHO).

"BKKBN dan Kementerian Kesehatan itu kan punya dirjen yang beda-beda. Itu disinkronkan, kalau tidak disinkronkan maka tidak bisa fokus, kalo tidak bisa fokus nanti tidak bisa berjalan baik," ucapnya.

Baca juga: Terawan akan Lanjutkan Program Penurunan Stunting Pendahulunya

Untuk membantu BKKBN, Terawan menyebut beberapa upaya yang akan dilakukan pihaknya yakni koordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan di daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

"Tadi BKKBN sempat menyinggung mengenai upaya mereka terhambat karena pegawainya hanya sampai provinsi, ya kita akan bantu koordinasi (dengan pihak Kemenkes) agar bisa sampai daerah-daerah 3T khususnya di Puskesmas" jelasnya.

"Kedua, BKKBN terkendala untuk alat kontrasepsi karena pergudanganya tidak ada, ya kita akan memberikan akses, kita berikan sehingga tujuan sampai ke daerah 3T. Lalu daerah Indonesia timur yang sulit terjangkau ya kami punya aparat sampai puskesmas di pelosok, otomatis program beliau akan tercapai khususnya berkaitan dengan menurunkan angka stunting," tambahnya.

Ia pun tak menargetkan waktu program ini akan teratasi. Terawan hanya berharap angka stunting dapat dengan cepat menurun.

"Kita gak model tahun, kita harapkan secepatnya, kalau target itu bisa ditempuh secepatnya kan berarti butuh evaluasi. Kalau evaluasi berarti di batita dan balita minimal tiga tahun, seenggaknya harus bisa dilihat dalam waktu tiga tahun, benar nggak saat kita berikan pondasinya. Itu nanti akan terlihat lampu hijaunya setelah terlihat di tiga tahun," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More