Senin 28 Oktober 2019, 12:35 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Anies Dorong Kebijakan Berkeadilan

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Anies Dorong Kebijakan Berkeadilan

MI/Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

DALAM memperingati Hari Sumpah Pemuda 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan kebijakan-kebijakan yang dibuat pihaknya harus mendorong terjadinya rasa keadilan, baik dari mulai perumusan sampai dengan tahap implementasi.

"Tugas kita semua sekarang adalah memastikan di Jakarta semua kebijakan, sampai eksekusi, seluruhnya harus mencerminkan semangat dan menghadirkan keadilan sosial bagi warga Jakarta. Tantangan terbesar kita adalah merawat persatuan, persatuan terus diusahakan," kata Anies di Jakarta, Senin (28/10).

Menurut Anies, salah satu cara terpenting dalam menjaga persatuan adalah dengan menghadirkan perasaan keadilan. Hal ini menjadi tantangan bagi Pemprov DKI Jakarta dengan meneruskan semangat dan perjuangan untuk mempersatukan bangsa dan negara Indonesia.

Anies kemudian juga mengatakan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 ini, semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, terus mengembangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sehingga Bahasa Indonesia menjadi bahasa yang lebih berkembang dan kaya kosa kata.

"Salah satu kalimat paling penting adalah merumuskan bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Di kalimat paling bawah, lokasinya di Jakarta. Memang waktu itu masih banyak konsep tentang kawasan nusantara ini," ucap Anies.

Mengembangkan Bahasa Indonesia, katanya, merupakan salah satu cara menjaga dan merawat persatuan di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

"Ketika itu mereka merumuskan Bahasa Indonesia sebagai alat untuk mempersatukan. Dan alhamdulillah itu efektif sekali. Sampai dengan hari ini, dengan adanya bahasa persatuan, bahasa Indonesia, maka begitu banyak hal di Indonesia bisa diselesaikan dengan jauh lebih mudah," tandasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More