Senin 28 Oktober 2019, 12:25 WIB

PGN Alirkan 3007 BBTUD dan Terus Kembangkan Infrastruktur Gas

mediaindonesia.com | Ekonomi
PGN Alirkan 3007 BBTUD dan Terus Kembangkan Infrastruktur Gas

Istimewa/PGN
Pegawai PGN tengah beraktivitas.

 

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk berhasil  membukukan pendapatan sebesar US$2.81 miliar atau Rp39,8 triliun dengan kurs rata-rata triwulan tuga tahun 2019 Rp 14.174/US$.

Pendapatan tersebut berasal  dari hasil penjualan gas sebesar US$2.18 miliar,  penjualan minyak dan gas US$292,2 juta, dari transmisi gas US$181,1 juta dan pendapatan usaha lainnya sebesar US$156,6 juta.

Per September 2019, PGN berhasil meraih laba operasi sebesar US$406,90 juta dan laba bersih US$129,10 juta atau setara Rp1,82 triliun (kurs Rp 14.174/US$). Adapun EBITDA perseroan hingga triwulan 3 mencapai US$724,52 juta.

"Kami bersyukur kinerja PGN sebagai sub-holding gas terus tumbuh positif tahun ini. Kami  berusaha menjaga momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun," jelas Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN di Jakarta, Senin (28/10).

Rachmat menjelaskan sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional di berbagai sektor bisnis, PGN juga akan terus membangun dan memperluas infrastruktur gas bumi. Tingginya kebutuhan energi di dalam negeri merupakan peluang bagi PGN untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi.

Selama periode Januari–September 2019 PGN berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 3.007 BBTUD. Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 971 BBTUD, dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.036 BBTUD dan melayani 371.941 pelanggan di seluruh sektor dari kelistrikan, industri, transportasi, komersial, dan rumah tangga.

Terbaru, PGN resmi mengelola operasional jaringan gas (jargas) rumah tangga Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pasuruan dan Probolinggo.

Dalam upaya optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik, infrastruktur gas adalah keniscayaan. Sebagai sub holding migas, saat ini total jaringan pipa gas PGN lebih dari 10.000 kilometer. PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU).

Tidak berhenti sampai di situ, PGN juga tengah merampungkan pembangunan pipa transmisi Gresik–Semarang sepanjang 267 kilometer. Pembangunan ditargetkan rampung pada Maret tahun depan di mana saat ini progresnya hampir 100%.

Bukan hanya itu, untuk memastikan optimalisasi penggunaan gas bumi di Jateng, PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang–Kendal–Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatra, PGN tengah mengerjakan pembangunan pipa Duri–Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.

Beragam pembangunan infrastruktur yang dilakukan PGN itu, semata-mata demi optimalisasi penggunaan gas bumi. Terdekat, dengan rampungnya pembangunan pipa gas Gresik–Semarang dan Duri–Dumai, maka konektivitas jaringan gas Jawa–Sumatra tinggal selangkah lagi. Praktis, tinggal menyisakan pipa Semarang–Cirebon dan Medan–Dumai.

Sedangkan untuk mengantisipasi permasalahan pasokan, PGN juga sedang membangun LNG Terminal di Teluk Lamong, Surabaya. Pembangunan LNG Terminal berkapasitas 40 BBTUD yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan  beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang.

Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan, diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar sehingga pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat.

Optimalisasi penggunaan gas bumi sangat bermanfaat untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, menjelaskan, di tengah tantangan dan perlambatan ekonomi global dan domestik, PGN berusaha mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memperkuat bisnis perseroan.

Pembangunan infrastruktur gas bumi untuk menjangkau pasar-pasar baru juga terus dilakukan di berbagai daerah. Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan gas, PGN mengkombinasikan gas sumur dan Liquid Natural Gas (LNG) dari berbagai sumber.

Sesuai rencana kerja PGN hingga 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya jaringan pipa transmisi dan distribusi masing-masing sepanjang 528 kilometer dan 500 kilometer.

Lalu, 7 LNG filling station untuk truk dan /kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangku wilayah geografis dengan karakterisktik kepulauan di seluruh Indonesia.

PGN juga akan menggenjot program jargas rumah tangga untuk menekan subsidi energi di sektor tersebut. Di 2025, PGN ditargetkan mengoperasionalkan 4,7 juta sambungan rumah tangga. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More