Senin 28 Oktober 2019, 10:01 WIB

Karhutla Selesai, Kalsel Bentuk Satgas Bencana Banjir

Denny Susanto | Nusantara
Karhutla Selesai, Kalsel Bentuk Satgas Bencana Banjir

Antara
Satgas Karhutla Kalimantan Selatan siap dibubarkan pada 30 Oktober dan akan dibentuk Satgas Bencana Banjir.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan segera membentuk Satuan Tugas Bencana Banjir guna menghadapi ancaman bencana saat tibanya musim penghujan. Kalsel telah memetakan daerah rawan bencana musim penghujan seperti banjir, tanah longsor, angin ribut dan rob.

Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud menyampaikan hal itu usai rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan  Kalsel di Banjarbaru, Senin (28/10).

"Karhutla sudah jauh berkurang dan musim penghujan segera datang, sehingga kita perlu mengantisipasinya dengan membentuk satgas
bencana banjir," tuturnya.

Menurut perkiraan BMKG Kalsel akan memasuki musim penghujan pada awal November. Pada bagian lain status darurat siaga bencana karhutla Kalsel juga akan berakhir pada 31 Oktober. Terkait hal ini Pemprov Kalsel akan membubarkan Satgas Karhutla dan segera membentuk Satgas Bencana Banjir dalam rangka menghadapi ancaman bencana musim
penghujan.

Lebih jauh dikatakan Wahyudin saat ini pihaknya telah memetakan daerah-daerah rawan bencana musim penghujan terutama banjir. Adapun daerah rawan banjir hingga Januari mendatang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat pencanangan Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan se Kalsel kemarin juga meminta 13 kabupaten/kota di wilayah tersebut untuk mewaspadai ancaman bencana musim penghujan.

"Fenomena bencana di Indonesia juga Kalsel adalah kekeringan dan karhutla saat musim kemarau. Kemudian banjir, longsor, angin ribut saat musim penghujan ini terjadi setiap tahun. Karena itu kita semua harus mewaspadainya," ujarnya sembari mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Pada bagian lain Pemprov Kalsel secara resmi telah memulangkan helikopter water bombing dan patroli bantuan BNPB, seiring berakhirnya kontrak kerja dan semakin berkurangnya karhutla di wilayah tersebut. Kondisi karhutla yang semakin berkurang menjadi alasan tidak diperpanjang lagi kontrak kerja enam helikopter water bombing dan dua
helikopter patroli beroperasi di Kalsel. Helikopter yang masuk dalam satgas udara penanganan karhutla tersebut mulai beroperasi di Kalsel sejak akhir 22 Juli lalu.

Tercatat selama beroperasi di wilayah Kalsel ke enam helikopter telah melakukan water bombing sebanyak 12.823 kali dengan volume air yang diangkut untuk memadamkan karhutla sebanyak 47.867 kubik. Sementara dua helikopter patroli melakukan 161 kali patroli.

baca juga: Acara BMX Banyuwangi Dikerjakan ASN Kecamatan Hingga Kabupaten

Satgas udara ini juga selama beroperasi selama tiga bulan berhasil memadamkan 1.000 hektar karhutla. Lebih jauh Wahyudin mengatakan hingga kini karhutla masih terus terjadi meski titik api sudah jauh berkurang dibanding pekan-pekan sebelumnya. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini luas karhutla mencapai 6.346,72 hektar dengan jumlah titik api menurut pantauan satelit aqua terra sebanyak 1.089 titik api.  (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More