Senin 28 Oktober 2019, 08:32 WIB

Enam Juta Obat Kadaluwarsa belum Dimusnahkan

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Enam Juta Obat Kadaluwarsa belum Dimusnahkan

MI/Ferdinandus Rabu
Tumpukan obat-obat kadaluwarsa di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur hingga kini belum dimusnahkan karena terkendala dana.

 

LEBIH dari 6 juta obat dari ratusan jenis obat kadaluwarsa menumpuk dan berserakan di gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, NTT. Jutaan obat ini merupakan jenis obat salep, injeksi dan tablet.

Obat kadaluwarsa ini sudah 11 tahun berada di gudang. Kepala Dinas Kesehatan Flotim, dr Ogi Silimalar melalui Penanggungjawab gudang farmasi di Dinas Kesehatan, Agatha Lipat Manggan saat dikonfirmasi Senin (28/10), membenarkan ada enam juta obat yang kini menumpuk di gudang dan sudah lewat masa berlakunya.

Jutaan obat yang mubazir ini berdasarkan rekapan dari 2014 hingga 2018. Pemusnahan obat terakhir kali pada 2008. Hingga kini tidak pernah ada tindakan pemusnahan obat.

"Pemusnahan obat terakhir kali 2008, dan setelah itu tidak pernah direkap lagi. Baru pada 2014, kami mulai merekap dan bisa dihitung sangat banyak obat yang mubazir dan tidak bisa digunakan. Hanya tersimpan digundangkan. Jika diuangkan, totalnya sekitar Rp800 juta lebih. Tepatnya Rp806.723.925," kata Agatha.

Dinas Kesehatan berencana akan memusnahkan obat-obat tersebut namun terkendala anggaran yang belum direalisasikan sampai sekarang.

Sekda Flores Timur, Paulus Igo Geroda saat dikonfirmasi mengakui, keterbatasan dana menjadi hambatan untuk melakukan pemusnahan. Untuk memusnahkan obat-obatan itu harus dengan alat khusus dan memenuhi standar kesehatan.

baca juga: Merawat Brebes di Perantauan Dengan Pentas Seni

"Pemerintah memang berencana untuk melakukan pemusnahan, tetapi karena anggaran terbatas dan tidak cukup. Tahun 2019 ini memang sudah disiapkan anggaran, tetapi saat mau dilakukan pemusnahan ternyata anggaran tersebut tidak mencukupi. Anggaran yang disediakan Rp200 juta. Itu tidak mencukupi sehingga obat-obat tersebut masih tersimpan di gudang," kata Paulus.

Rencananya pada 2020 akan dianggarkan dengan menambah nilai anggarannya. Alat pemusnah obat ini juga bisa dipasang di rumah sakit. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More