Senin 28 Oktober 2019, 06:13 WIB

VAR Buyarkan Tiga Poin Arsenal

Rahmatul Fajri | Sepak Bola
VAR Buyarkan Tiga Poin Arsenal

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Reaksi para pemain Arsenal usai kebobolan gol kedua dalam laga Liga Primer Inggris melawan Crystal Palace.

 

VIDEO Assistant Referee (VAR) menjadi dalang gagalnya Arsenal meraih tiga poin kontra Crystal Palace pada laga lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (27/10) malam WIB.

Bermain di hadapan publik Stadion Emirates, Arsenal awalnya mampu unggul cepat atas Crystal Palace. Saat laga baru berlangsung 10 menit, tim asuhan Unai Emery itu mampu unggul 2-0 melalui gol Sokratis Papastathopoulos dan David Luiz.

Pada menit ke-32, Crystal Palace memperkecil ketinggalan. Wilfired Zaha terjatuh di dalam kotak penalti usai dijegal oleh Callum Chambers. Namun, wasit Martin Atkinson tidak menunjuk titik putih dan malah memberikan kartu kuning kepada Zaha, karena dianggap melakukan diving.

Akan tetapi, usai dicek melalui VAR, terlihat ada kontak antara Chambers dengan Zaha. Atkinson kemudian mengubah keputusannya dengan mencabut kartu kuning Zaha dan memberikan penalti.

Baca juga: Bungkam Spurs, Liverpool Lanjutkan Keperkasaan

Luka Milivojevic yang mendapatkan kesempatan tidak menyia-nyiakan kesempatan dan memperkecil ketinggalan menjadi 1-2.

Pada menit ke-52, publik Emirates terdiam dengan gol Jordan Ayew. Tandukannya gagal ditepis kiper Bernd Leno. Skor menjadi 2-2.

Pada menit ke-83, publik Emirates bergemuruh usai Sokratis mencetak gol dan membuat Arsenal menjadi 3-2. Namun, sial bagi The Gunners, gol tersebut dianulir.

Setelah dicek melalui VAR, Chambers terbukti melakukan pelanggaran sebelum gol tercipta. Arsenal gagal memetik poin penuh di kandang.

Atas hasil ini, Arsenal berada di peringkat kelima klasemen dengan 16 poin, tertinggal 4 poin dari Chelsea di peringkat 4. Sedangkan Crystal Palace menguntit di peringkat 6, terpaut satu poin dari Arsenal. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More