Minggu 27 Oktober 2019, 22:47 WIB

Trump : Al-Baghdadi Ketakutan Diburu Pasukan AS

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Trump : Al-Baghdadi Ketakutan Diburu Pasukan AS

AFP/Jim Watson
presiden AS Donald Trump memberikan keterangan terkait tewasnya Abu Bakr Al Baghdadi, pemimpin IS

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan kematian Pemimpin Negara Islam (IS) Abu Bakr Al-Baghdadi dalam serangan pasukan AS di tempat persembunyiannya di daerah Barisha, utara Suriah.

Berbicara dari Gedung Putih, Trump mengatakan Al-Baghdadi meledakkan rompi bunuh dirinya setelah ditangkap di ujung terowongan oleh pasukan khusus.

Pembunuhan Baghdadi adalah kemenangan besar bagi Trump, yang telah banyak dikritik karena keputusannya untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah utara awal bulan ini dan sedang menghadapi penyelidikan pemakzulan yang diluncurkan oleh Partai Demokrat.

Dalam pernyataan Minggu (27/10) pagi yang tidak biasa, Trump mengatakan Baghdadi meninggal setelah berlari ke terowongan buntu di provinsi Idlib. Pemimpin AS mengatakan,

"Al-Baghdadi merintih, menangis, dan menjerit sepanjang jalan saat ia dikejar oleh anjing-anjing AS," ujarnya.

Baca juga : Trump Indikasikan Tewasnya Al-Baghdadi Lewat Twitter

Baghdadi ditemani oleh tiga anaknya yang masih muda, kata Trump, dan meledakkan rompi bunuh dirinya, membunuh mereka semua. Ledakan itu merusak tubuh Baghdadi tetapi tes DNA mengonfirmasi identitasnya.

"Penjahat yang berusaha sangat keras untuk menakut-nakuti orang lain menghabiskan saat-saat terakhirnya dalam ketakutan, benar-benar panik dan takut, takut akan pasukan Amerika yang memburunya," kata Trump.

Seorang warga di Barisha, tempat serangan itu dilaporkan terjadi, mengatakan kepada BBC helikopter melancarkan tembakan selama 30 menit pada Sabtu (26/10_ malam, sebelum pasukan aktif di darat. Helikopter menembaki dua rumah.

Trump juga berterima kasih kepada Rusia, Turki, Suriah, dan Irak atas bantuan mereka dalam operasi tersebut. Mengomentari peran Turki dalam serangan itu, Trump mengatakan Turki ‘hebat’, dan tahu pasukan AS bergerak untuk menghabisi Al-Baghdadi.

Trump menjelaskan, pasukan yang ambil bagian dalam serangan itu berangkat dari Pangkalan Udara Incirlik yang terletak di Adana, Turki selatan.

"Sebelum Operasi AS di Provinsi Idlib Suriah semalam, pertukaran informasi dan koordinasi antara otoritas militer kedua negara berlangsung," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam sebuah komentar, memperkuat klaim tersebut.

"Ke depan, Turki akan melanjutkan kerja samanya dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya untuk memerangi ISIS dan semua kelompok teroris lainnya," kata seorang pejabat senior Turki yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Baca juga : Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi Diyakini Tewas di Suriah

Fahrettin Altun, direktur komunikasi kepresidenan Turki, mengatakan Ankara terus bekerja dengan teman-teman dan sekutunya melawan terorisme.

"Sudah waktunya untuk memberangus semua pemimpin teroris yang tersisa," kata Altun.

"Pertarungan melawan Daesh (IS) adalah landasan operasi kontra teror Turki di Suriah. Kami akan terus memburu dan membawa ke pengadilan semua teroris Daesh, termasuk mereka yang dilepaskan oleh organisasi teroris PKK/YPG dari penjara dalam beberapa pekan terakhir," tambahnya.

Sementera itu, seorang pejabat senior keamanan Irak mengatakan kepada AP bahwa intelijen Irak berperan dalam operasi yang menghabisi Al-Baghdadi tersebut.

Baghdadi, yang bernama asli Ibrahim Awwad Ibrahim al-Badri, memiliki reputasi sebagai ahli taktik medan perang yang sangat terorganisir dan kejam. Dia digambarkan sebagai pria yang paling dicari di dunia. (BBC/Daily Sabah/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More