Minggu 27 Oktober 2019, 22:35 WIB

Praven/Melati Raih Gelar Kedua di Prancis

Despian Nurhidayat | Olahraga
Praven/Melati Raih Gelar Kedua di Prancis

Dok. PP PBSI/Antara
Praveen Jordan/Melati Darva Oktavianti

SEKTOR  ganda campuran Indonesia sedikit demi sedikit sepertinya sudah bisa menaruh harapan di atas pundak pasangan Praveen Jordan/Melati Darva Oktavianti. Pasalnya, pasangan yang kini mengisi peringkat 6 dunia tersebut baru saja memenangkan dua Turnamen Super 750 BWF.

Pekan lalu, Praveen/Melati berhasil menjuarai ajang Denmark Terbuka 2019 mengalahkan pasangan nomor dua asal Tiongkok Wang Yilyu/Huang Dongping.

Kali ini, pasangan Indonesia yang menjadi wakil terakhir di ajang Prancis Terbuka 2019, kembali berhasil mengalahkan pasangan asal Tiongkok lainnya, Minggu (27/10).

Tak tanggung-tanggung, di babak final ajang Prancis Terbuka kali ini, Praveen/Melati berhasil mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong. 22-24, 21-16, 21-12

Pertandingan yang berlangsung di Paris Coubertin Stadium tersebut berlangsung dengan cukup ketat.

Baca juga : Jonatan Lolos ke Final lewat Kemenangan Dramatis

“Tentunya kami sangat senang dengan hasil ini. Dua kemenangan ini merupakan ajang pembuktian kami, kalau kami bisa. Ini juga pasti akan menambah kepercayaan diri kami kedepannya. Tapi tetap, perjalanan masih panjang dan kami tidak boleh cepat puas,” ungkap Praveen dikutip dari laman Badmintonindonesia.org.

Praveen/Melati yang memberikan perlawanan tangguh sejak permainan dimulai, terpaksa harus menyerahkan gim pertama. Hal ini dikarenakan beberapa kali mereka sempat melakukan kesalahan yang menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri.

Memasuki gim kedua, pasangan Praveen/Melati terlihat lebih tenang dan berhasil mengambil alih tempo permainan. Adu setting diantara keduanya pun berhasil didominasi oleh pasangan Indonesia ini hingga akhirnya mereka memaksakan terjadinya rubber gim dan bahkan memutarbalikkan keadaab sehingga kemenangan berada di tangan mereka.

“Seperti yang kami bilang kemarin, pasti ada kesempatan untuk menang dalam setiap pertandingan. Apalagi kalau sudah partai final, siapa yang lebih siap dia pasti bisa menang. Kuncinya kami tak mau lengah dan menyerah begitu saja. Di game pertama kami ada kesempatan tapi akhirnya kehilangan game pertama. Tapi match belum berakhir, kami coba lagi di game kedua dan ketiga, terbukti akhirnya berhasil,” lanjut Praveen.

Hasil ini pun menjadi catatan sejarah bagi Praveen/Melati sendiri, karena rekor pertemuan antara mereka dan Zheng/Huang menjadi 2-6. Selain itu, Praveen/Melati juga menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran yang berhasil mengandaskan pasangan nomor satu-dua tersebut dua kali berturut-turut.

“Kuncinya kemenangan kami komunikasi dan saling mendukung. Kami percaya satu sama lain dan tidak menyerah walau harus ketinggalan dulu,” pungkas Melati. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More