Senin 28 Oktober 2019, 01:40 WIB

Persaingan Sengit Sediakan Akomodasi

Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi
Persaingan Sengit Sediakan Akomodasi

Ilustrasi/MI
Saat ini Airy memiliki lebih dari 2.000 proper­ti dan 30 ribu kamar yang tersebar di lebih dari 100 kota di Indonesia.

 

PEMERINTAH terus menyasar pariwisata sebagai salah satu primadona pendapatan devisa. Hal itu berdampak pada kebutuhan konsumen dalam memesan tempat akomodasi wisata, termasuk hotel.  

Persaingan antarperusahaan rintis­an berbasis teknologi (startup) dalam menawarkan kamar hotel pun semakin sengit. Pemain virtual hotel operator terus meluncurkan sejumlah aksi.

Salah satunya ialah Airy. Saat ini Airy memiliki lebih dari 2.000 proper­ti dan 30 ribu kamar yang tersebar di lebih dari 100 kota di Indonesia.

“Tren budget traveling semakin meningkat di Indonesia. Sejak 2015, kami sudah menjadi penyedia akomodasi budget traveller. Walau banyak perusahaan luar yang mulai tertarik merambah ranah ini, kami masih mengungguli para pesaing dalam menyediakan akomodasi budget-friendly,” kata VP Marketing Airy, Ika Paramita, saat dikonfirmasi, Sabtu (26/10).

Sebagai perusahaan lokal, Airy optimistis menjadi pemimpin pasar lantaran memiliki pemahaman mendalam terhadap pasar Indonesia. Untuk itu, pihaknya membekali mitra properti dengan beragam teknologi, seperti menghubungkan hotel dengan bermacam online travel agent untuk reservasi kamar, sistem manajemen properti, dan check-in sendiri di kios.

Dengan sistem manajemen properti­ bernama Airy Ease, perusahaan menyediakan fitur booking and reservations system dan sistem keuangan yang dapat diakses seketika serta menyediakan informasi transparan. Fasilitas itu dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya.

“Kami juga menyiapkan platform berbasis teknologi yang bisa digunakan traveller. Itu memudahkan akses terhadap akomodasi berkualitas dengan harga terjangkau. Pilihan kamar hotel juga bervariasi sesuai dengan anggaran,” imbuhnya.

Properti Airy tersedia melalui jaring­an Airyrooms.com serta aplikasi pengguna Android dan Ios. Pihaknya pun menyediakan Airy Syariah bagi kebutuhan konsumen muslim.

Unicorn

Di antara kompetitornya, yaitu RedDoorz sebagai platform pemesanan dan manajemen hotel di Asia Tenggara. Startup yang didirikan pria asal India, Amit Saberwal, dan pertama kali ekspansi di Singapura ini bahkan menargetkan menjadi travel tech unicorn pada 2020.
Pada tahun ini, startup itu memperoleh pendanaan sebesar US$70 juta, bagian dari pendanaan seri C. Sejak berdiri pada 2015, total pendanaan yang diperoleh perusahaan mencapai US$140 juta.

Salah satu strategi menuju unicorn ialah memperluas kepemilikan hotel. Saat ini RedDoorz mengoperasikan 1.500 properti di wilayah Asia Tenggara, seperti Singapura, Filipina, dan Vietnam, termasuk Indonesia dengan lebih dari 1.200 hotel di lebih dari 100 kota. Pada 2020, perusahaan menargetkan kepemilikan 5.000 properti di Asia Tenggara. “Indonesia berkontribusi pada pendapatan perusahaan hingga 70%,” ujar President Director RedDoorz Indonesia, Mohit Gandas, di Jakarta, pekan lalu. Pihaknya menargetkan pertumbuhan properti di Indonesia tiga kali lipat daripada tahun ini. (S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More