Senin 28 Oktober 2019, 00:00 WIB

Pemimpin IS Tewas di Suriah

Melalusa Susthira K | Internasional
Pemimpin IS Tewas di Suriah

AFP
Abu Bakar al-Baghdadi diyakini tewas oleh serangan pasukan AS di Barisha.

 

PEMIMPIN Islamic State (IS) Abu Bakar al-Baghdadi, yang menjadi salah seorang buronan paling dicari di dunia, dikabarkan tewas dalam operasi khusus pasukan Amerika Serikat (AS) di Idlib, barat laut Suriah, kemarin.

Presiden AS, Donald Trump, lebih dulu menuliskan dalam akun Twitter-nya meskipun tanpa penjelasan detail, yang kemungkinan merujuk ke peristiwa tersebut.

“Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!” cicit Trump, kemarin.

Di sisi lain, media AS mengutip beberapa sumber pemerintah menyebutkan bahwa Baghdadi, keturunan Irak yang diyakini berusia 48 tahun itu, kemungkinan telah bunuh diri menggunakan rompi bom ketika pasukan operasi khusus AS menyerbu lokasi.

Seorang pemantau perang mengatakan helikopter AS menurunkan pasukannya di Provinsi Idlib, tempat kelompok yang terkait dengan IS berada. Sementara itu, Badan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebut helikopter itu menargetkan rumah dan mobil di luar Desa Barisha yang ada di Provinsi Idlib.

Operasi khusus AS tersebut menewaskan sembilan orang, termasuk pemimpin senior IS yang disebut Abu Yamaan serta seorang anak dan dua perempuan. Namun, belum diketahui secara pasti apakah Baghdadi termasuk yang tewas dalam jumlah tersebut. Kelompok IS juga tidak berkomentar apa pun tentang kejadian tersebut.

Para pejabat setempat mengatakan kepada ABC News bahwa pekerjaan bio­metrik tengah dilakukan untuk menguatkan identifikasi orang-orang yang tewas dalam serangan khusus pasukan AS itu.

Pada 2014, IS mengepung sebagian besar wilayah Suriah dan Irak yang berdekatan. Baghdadi lantas muncul dalam sebuah video yang mengumumkan kekhalifahan di wilayah yang mereka kuasai. Namun, kekuasaan IS kini telah hancur dan beralih ke serangan gerilya.

Baghdadi menjadi orang yang telah lama dikejar koalisi pimpinan AS melawan IS. Namun, selama beberapa tahun terakhir, Baghdadi kerap keliru dilaporkan telah mati. Kementerian Luar Negeri AS bahkan mengunggah tentang hadiah US$25 juta bagi yang dapat memberikan informasi tentang keberadaan Baghdadi.

Kerja sama intelijen

Para pejabat menyebut Baghdadi merupakan target operasi yang direncanakan secara diam-diam yang disetujui Trump.

Panglima Tertinggi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS dalam memerangi IS di Suriah, mengatakan bahwa operasi itu dilakukan setelah kerja intelijen bersama dengan pasukan AS.

Turki juga mengatakan telah ber­koordinasi dengan Washington sebelum serangan itu.
“Sepengetahuan saya, Baghdadi tiba di lokasi itu sekitar 48 jam sebelum penyerangan,” ungkap sebuah sumber di Turki.

Sementara itu, di Barisha, sebuah minibus terlihat hangus terbakar di pinggir jalan dan jendela-jendela rumah pecah. Seorang warga lokal,  Abdel Hameed, mengaku bergegas ke tempat serangan setelah mendengar suara helikopter, tembakan, dan serangan di malam hari.

“Rumah itu ambruk dan di sebelahnya ada tenda dan kendaraan yang hancur. Ada dua orang yang tewas di dalam (mobil itu),” ungkap Abdel.

Dari pinggiran Barisha, seorang peng­huni sebuah kamp pengungsian juga mendengar helikopter, diikuti apa yang digambarkannya sebagai serangan udara koalisi pimpinan AS. “Mereka terbang sangat rendah, menyebabkan kepanikan besar di tengah orang-orang,” tutur Ahmed Hassawi. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More