Minggu 27 Oktober 2019, 23:45 WIB

Duka Warga Vietnam di Inggris

AFP/Uca/X-11 | Internasional
Duka Warga Vietnam di Inggris

NHAC NGUYEN / AFP
Le Minh Tuan, ayah dari Le Van Ha, menangis ketika menggendong putra Ha di luar rumah mereka di provinsi Nghe An Vietnam.

 

SEJUMLAH keluarga migran Vietnam mengkhawatirkan anggota keluarga mereka turut menjadi korban di antara 39 orang yang ditemukan tewas dalam sebuah truk di Inggris, Rabu (23/10). Banyak yang meyakini korban berasal dari desa miskin di Vietnam tengah.

Le Minh Tuan, misalnya, belum mendengar kabar lagi dari putranya, Le Van Ha, sejak pesan terakhir pekan lalu dikirimkan melalui Facebook. Ha mengabarkan akan berangkat menuju Inggris dan akan kembali mengabarkan kepada ayahnya begitu tiba. Pesan tersebut dikirimkan dua hari sebelum truk berisi sejumlah mayat ditemukan di Essex, sebelah timur London, Inggris.

“Kami tidak mendengar kabar dari dia lagi. Pasti dia ada di truk itu. Saya hanya ingin anak saya kembali ke rumah,” ujar Le Minh Tuan di Desa Yen Hoi, Provinsi Nghe An, Vietnam, kemarin.

Le Van Ha, 30, meninggalkan dua putranya yang masih kecil dan istrinya di Vietnam sejak Juni lalu. Ha disebut melakukan perjalanan ke Turki, kemudian Yunani dan Prancis dalam perjalanannya menuju Inggris.

Ha berharap mendapatkan pekerjaan untuk membayarkan kembali U$30.000 atau sebesar Rp420 juta kepada penyelundup yang membawanya ke Eropa. Ia juga berharap dapat ­mengantongi pinjaman lain sebesar U$8.500 atau sekitar Rp119 juta untuk membangun rumah bagi keluarganya.

Tak jauh dari lokasi tersebut, seorang ibu mengaku juga hilang kontak dengan anak laki-lakinya yang berusia 28 tahun, Vo Ngoc Nam. Ia mengatakan belum mendengar apa pun tentang nasib putranya yang telah bekerja di Rumania dan berencana melakukan perjalanan ke Inggris.

Penduduk Desa Yen Hoi pun kemarin berkumpul dan menggelar doa bagi 39 korban tewas yang ditemukan di truk di Inggris.

Vietnam tengah kerap menjadi daerah pemasok migran ilegal. Banyak yang akhirnya bekerja di Inggris secara ilegal di salon perawatan kuku atau di ladang ganja. Mereka sangat rentan akan utang dan eksploitasi.

Lima orang telah ditangkap di Inggris sehubungan dengan penemuan truk bermuatan 39 mayat itu. Pihak kepolisian Essex mengatakan ingin mempercepat proses identifikasi sidik jari dan tes DNA. Namun, menurut mereka, hal itu akan memakan waktu. (AFP/Uca/X-11)

Baca Juga

AFP

AS Puji Penanganan Korona di Taiwan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 00:14 WIB
Taiwan, yang memiliki kurang dari 500 kasus covid-19 yang dikonfirmasi termasuk hanya tujuh...
Dutta/AF

Tinggi Kasus Covid-19 India Batalkan Festival Janmashtami

👤Antara 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:16 WIB
Tahun ini, perayaan akan digelar secara...
AP

Tiongkok Hentikan Penerbangan Tiga Maskapai

👤Antara 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 23:04 WIB
Ketiga maskapai yang ditangguhkan adalah Etihad Airways yang beroperasi di jalur Abu Dhabi-Shanghai, China Eastern Airlines...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya