Minggu 27 Oktober 2019, 20:30 WIB

Idham Diminta Jaga Stabilitas Keamanan dan Ekonomi

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
Idham Diminta Jaga Stabilitas Keamanan dan Ekonomi

MI/Ramdani
Kabareskrim Polri Idham Azis

 

PUBLIK menanti gagasan nyata Kabareskrim PolriKomjen Idham Azis, yang merupakan calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ajib Hamdani berharap Idham bisa menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi di Tanah Air.

"HIPMI memberikan harapan besar kepada Kapolri yang baru untuk bisa bekerja sesuai tupoksinya. Sehingga, dunia usaha bisa tumbuh lebih baik. Saya mempunyai harapan besar pak Idham bisa mengemban perannya dengan baik,” kata Ajib, Minggu (27/10).

Pelaku usaha, sambung Ajib, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan keadilan dan penegakkan hukum. Menurutnya, penegakkan hukum selama ini sudah berjalan dengan baik.

"HIPMI mendukung siapa saja calon Kapolri yang diusulkan Presiden Jokowi karena tidak melihat secara personal, tapi kapasitas menjaga keamanan untuk penegakan hukum lebih adil agar dunia usaha bisa tumbuh lebih positif dan lebih baik lagi," tandas Ajib yang juga menjabat Ketua BPP HIPMI Tax Center.

Baca juga : Penunjukan Idham Azis sebagai Kapolri Hak Prerogatif Presiden

Menurut dia, HIPMI mempunyai harapan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi harus diimbangi dengan penegakan hukum yang adil. Apalagi, tensi politik saat ini cenderung menurun meskipun masih banyak persoalan radikalisme, hoaks dan lain-lain.

“Ini menjadi epicentrum masalah kita untuk lima tahun kepemimpinan Jokowi. Saya kira kalau gesekan-gesekan politik saat ini sudah tidak terlalu tajam,” ujarnya.

Sebelumnya, Jenderal (Purn) Tito Karnavian sudah mengajukan surat pengunduran diri ke DPR dan disetujui tanpa interupsi dalam rapat paripurna DPR, Selasa (22/10).

Tito ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Dalam Negeri. Jokowi kemudian berkirim surat ke DPR menyampaikan bahwa Idham sebagai kandidat tunggal pengganti Kapolri.

Idham merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian 1988.

Idham bersama Tito telah lama melakukan kerja sama ketika mereka terlibat satuan tugas khusus penanganan peristiwa teror bom Bali II, 2005 lalu. Tito dan Idham juga telah terlibat dalam tim satuan tugas khusus untuk mengungkap sejumlah peristiwa teror di Poso, Sulawesi Tengah, periode 2005-2007.

Saat jadi Kapolda Metro Jaya, Idham mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten. (Ant/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More