Minggu 27 Oktober 2019, 19:17 WIB

Uji Coba Kanalisasi 2:1 Timbulkan Kemacetan di Jalur Puncak

Dede Susianti | Megapolitan
Uji Coba Kanalisasi 2:1 Timbulkan Kemacetan di Jalur Puncak

MI/Dede Susianti
Petugas mengingatkan pengguna jalan saat saat uji coba sistem kanalisasi 2:1 di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/10)

 

PEMERINTAH pusat dalam hal ini Ditjen Hubungan Darat dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Pemerintah Kabupaten Bogor, melakukan uji coba kanalisasi atau penerapan sistem 2:1 di Jalur Puncak, Minggu (27/10).

Namun, penerapan sistem ini menghasilkan kemacetan parah. Kemacetan atau penumpukan kendaraan terjadi di sejumlah titik. Titik terpadat di Megamendung, karena ruas jalan kecil. Selain itu arus keluar masuk gang banyak.

Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan sebelum diberlakukan permanen, kanalisasi 2:1 akan dilakukan ujicoba setidaknya dua kali.

"Hari ini kita uji coba perdana, nanti kita lihat hasilnya, kita evaluasi dan kita lanjutkan diuji ciba kedua. Kalau sukses kita terapkap secara permanen. Tidak ada lagi jam naik dan jam turun setiap saat pengguna jalur Puncak ini bisa naik dan bisa turun," ungkapnya di Pos Pol Gadog, saat uji coba.

Dia berharap kebijakan baru itu menjadi satu perubahan yang signifikan dan dirasakan oleh masyarakat di sekitar Puncak Ciawi, Megamendung dan Cisarua.

"Pasti ada masyarakat yang belum terbiasa dan perilakunya harus dibiasakan. Minimal ketika stop kendaraan jangan atau tidak di jalur yang mecet,"katanya.

Saat ini, untuk menunjang penerapan kanalisasi 2:1, pihaknya sedang mecari tempat pemberhentian angkot agar tidak di tengah jalan. Karena, lanjutnya, ketika dua jalur ada angkot berhenti di pinggir akan terjadi kemacetan.

Hal lain yang tengah ditanganinya adalah memindahkan pedagang kaki lima (PKL). Karena, katanya, PKL lah penyebabnya.

"Orang turun naik, berhenti di lapak PKL. Kami sedang membangun rest area untuk menampung 500 PKL yang tersebar. Sebagiannya sudah kami tertibkan. Sebagin sedang menunggu tempat relokasi. Jadi kami menggeser mereka dan bukan menggusur," jelasnya.

Dia menegaskan, keputusan finalnya November etelah dilakujan evaluasi secara menyeluruh bersama.

Uji coba perdana sistem 2:1 (dua jalur untuk naik dan satu lajur untuk turun) itu berjalan setengah hari atau sekitar 6 jam saja.  Sebab, setelah itu, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor, kembali memberlakukan sistem buka tutup atau satu jalur (one way).

Sistem buka tutup ini diberlakukan pukul 13.00 WIB, menyusul terjadinya penumpukan kendaraan yang mengarah Jakarta. "Saya sudah hampir dua jam gak gerak," terang Nina April, warga Bogor yang hendak kembali ke rumahnya setelah berwisata ke Puncak Pas, melalui aplikasi pesan whatsapp . Nina dan keluarganya terjebak macet di kawasan Megamendung.

Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Fadly Amri mengatakan, meski jam operasional dalam uji coba sistem 2:1 telah ditetapkan, apabila kondisi di lapangan memerlukan tindakan insidental maka dapat diberlakukan diskresi kepolisian.

Dia menjelaskan, sistem 2:1 sudah dicoba dari pagi mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Dimana dua lajur naik dan satu lajur turun. Sampai saat itu uji coba berjalan kondusif, karena menurutnya arus kendaaraan di hari Minggu relatif lebih sedikit dari Sabtu.

Namun jelang siang hari, lanjutnya, animo masyatakat untuk turun atau yang ke arah Jakarta cukup besar. "Antreannya cukup panjang. Dari pukul 13.30 wib hingga pukul 14.00 WIB ekor antrean tembus hingga Puncak Pas. Laju kendaraan hanya 22 kilometer per jam. Jika dipaksakan tengah malam baru sampai Jagorawi. Setelah koordinasi dengan BPTJ satker terkait, harus diskresi rekayasa tutup arus dari bawah. Alhamdulullah, setelah dicek situasi arus lalin lamgsung lancar dari Puncak ke Jagorawi,"terang kasat.(A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More