Minggu 27 Oktober 2019, 19:15 WIB

Pengamat Pendidikan: Nadiem Butuh Pendamping Profesional

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Pengamat Pendidikan: Nadiem Butuh Pendamping Profesional

MI/Ramdani
menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim

 

PENGAMAT pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan menilai, keraguan sejumlah pihak terhadap kemampuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam mengelola sektor pendidikan merupakan hal yang logis.

Hal itu karena sebelumnya Nadiem diketahui berkecimpung di dunia bisnis. Namun menurutnya, masyarakat perlu memberikan kesempatan pada Nadiem untuk membuktikan kinerjanya sebagai Mendikbud.

“Jabatan menteri itu memang jabatan politis ya, meski begitu memang lebih ideal kalau menteri itu mempunyai dukungan politik dan profesional. Terkait Mendikbud, kita beri saja kesempatan beliau untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih strategis untuk pendidikan, mungkin ada baiknya dari luar jalur pendidikan kemudian beliau masuk mudah-mudahan bisa memberi warna yang lebih baik,” kata Cecep kepada Media Indonesia, Minggu (27/10).

Cecep mengungkapkan, persoalan pendidikan di Indonesia masih sangat rumit. Hingga saat ini pemerintah belum mampu menerapkan delapan standar pendidikan.

Ke-8 standar itu, yaitu standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses pendidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan. standar pembiayaan pendidikan, standar penilaian pendidikan, serta standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca juga : Bertemu Para Guru Membuat Nadiem Semangat Bekerja

“Kalau saja itu diprioritaskan delapan standar terpenuhi, saya kira disparitas antar daerah, antar sekolah, antar perguruan tinggi juga relatif menipis. Sayangnya pemerintah sendiri saya pikir belum akan mampu seluruhnya pada tahun-tahun awal untuk memenuhi standar-standar itu. Walaupun kita berharap Pak Nadiem segera menunaikan delapan standar itu secara massive,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan pendidikan di Tanah Air, Cecep pun menilai, dibutuhkan sosok Wakil Menteri serta Direktur Jenderal dengan latar belakang di bidang pendidikan yang mumpuni agar dapat membantu tugas Nadiem di Kemendikbud.

Selain itu, dia menyarankan agar Mendikbud banyak berdiskusi, berdialog, dan bertanya kepada ahli-ahli pendidikan untuk memperluas pengetahuan terkait sektor pendidikan di Indonesia.

“Untuk menopang pendidikan yang begini besar persoalannya mestinya menurut saya sih segera dilantik Wakil Menteri dan harusnya jabatan profesional bukan jabatan politik. Artinya dia PNS, punya track record jalur professional. Kemudian menggaet Dirjen yang terbaik, misalnya untuk Dikti coba cari rektor yang terbaik. Untuk urus SD, SMP, SMA coba dari orang-orang yang punya latarbelakang pendidikan. Jangan sampai lagi mereka nggak punya latarbelakang disiplin pendidikan, itu salah satu untuk mengimbangi,” jelasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Seperti Apa Hidup New Normal, Ini Caranya

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 29 Mei 2020, 21:13 WIB
Pemerintah merumuskan tentang bagaimana kehidupan new normal agar tetap produktif dengan aturan-aturan serta skala prioritas berdasarkan...
Dok. Vox Point Indoneia

Pengawasan Bansos Perlu Partisipasi Luas Masyarakat

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 29 Mei 2020, 20:43 WIB
Banyaknya persoalan terkait penyaluran Bansos yang dikeluhkan masyarakat selama ini diharapkan menjadi catatan yang baik bagi pemerintah...
Antara/Hendra Nurdiansyah

Kemenag akan Beri Kewenangan Kecamatan soal Kegiatan Rumah Ibadah

👤Ihfa Firdausya 🕔Jumat 29 Mei 2020, 20:21 WIB
Sementara bila ada rumah ibadah yang berada di kecamatan tetapi sering digunakan oleh umat lintas kecamatan, maka kebijakannya ada pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya