Minggu 27 Oktober 2019, 17:59 WIB

Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi Diyakini Tewas di Suriah

adiyanto | Internasional
Pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi Diyakini Tewas di Suriah

(Photo by - / AFP)
Pemimpin Islamic State Abu Bakr al-Baghdadi diyakini tewas dalam serangan militer oleh militer Amerika Serikat di Suriah, Minggu (27/10).

 

Pemimpin IS (Islamic State) Abu Bakr al-Baghdadi diyakini tewas dalam serangan militer oleh militer Amerika Serikat di Suriah, pada Minggu. Mengutip sumber di Gedung Putih, kantor berita AFP menyebutkan, Presiden AS Donald Trump segera memberi pernyataan resmi tentang insiden ini sekira pukul 22.00 WIB malam ini.

Beberapa media AS menyebutkan, Baghdadi tewas dalam serangan operasi rahasia yang dilakukan pasukan AS di Provinsi Idlib.  Lembaga pemantau perang yang berkedudukan di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan sembilan orang tewas, termasuk dua perempuan dan sedikitnya satu bocah, dalam penyerbuan yang berlangsung selama dua jam. Lembaga itu tidak tahu apakah Baghdadi termasuk di antara mereka yang terbunuh.

AS selama ini menjanjikan imbalan US$25 juta (sekitar Rp350 miliar) bagi orang-orang yang bisa menangkap Baghdadi. Baghdadi adalah sosok yang memimpin ISIS sejak 2010, ketika kelompok itu masih menjadi cabang Al Qaida di Irak.

Kepada AFP seorang warga di Provinsi Idlib Abdel Hameed mengaku segera bergegas mendekati lokasi serangan setelah mendengar deru helikopter dan beberapa tembakan pada malam tersebut. "Situasinya kacau dan beberapa kendaraan hancur. Dua orang terlihat tewas di dalam mobil," ujarnya.

Komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi mengatakan upaya intelijen bersama Amerika Serikat telah menghasilkan operasi yang sukses dalam penyerbuan itu.  
namun, beberapa media AS menyebut ada dugaan Baghdadi tewas karena bunuh diri dengan meledakkan rompi berisi bom yang digunakannya. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More