Minggu 27 Oktober 2019, 13:23 WIB

ASN Babel Wajib Pakai Kopiah Resam Setiap Kamis-Jumat

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
ASN Babel Wajib Pakai Kopiah Resam Setiap Kamis-Jumat

MI/Rendy Ferdiansyah
Seorang perajin menunjukkan kopiah Resam khas Bangka Belitung yang kini diwajibkan dipakai para ASN setiap Kamis-Jumat.

 

UNTUK melindungi produk lokal yang unik, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Babel setiap Kamis dan Jumat untuk mengenakan kopiah resam.

"Ya, kita sudah wajibkan pakai kopiah resam sebagai usaha melindungi produk lokal yang unik. Dan kopiah resam akan kita usulkan menjadi hak intelektual," kata Erzaldi Minggu (27/10).

Ia juga sudah meminta, dinas UMKM untuk membina pengrajin kopiah resam agar mendapatkan pembinaan. Salah satunya adalah membuat ukuran-ukuran standar kopiah resam.

"Saya nyari ukuran nomor sembilan saja susah, lebih 30 kali coba baru cocok, ini yang perlu pembinaan," kata Erzaldi.

Ia optimistis, dengan kebijakan tersebut dapat membantu mempromosikan dan memperkenalkan kopiah resam ini kepada khalayak ramai. Sekaligus  menambah semangat pengrajin untuk terus membuat kopiah resam ini.

"Enam ribu ASN pakai itu, bisa dibayangkan meningkatkan ekonomi pengrajin, yang selama ini mereka kesulitan memasarkan kopiah ini," tuturnya.

Kebijakan ini, tambah dia, akan terus disosialisasikan kepada ASN dan diharapkan pada saat hari Kamis dan Jumat semua pegawai laki-laki sudah mengenakan kopiah resam.

"Di Pulau Bangka sendiri setidaknya ada tiga desa yang memiliki banyak pengrajin kopiah resam yaitu Desa Dendang dan Kacung, Kabupaten Bangka Barat dan Desa Sengir, Kabupaten Bangka Selatan. Ada sekitar 150 pengrajin," terangnya.

Proses pembuatan kopiah resam, kata Erzaldi tidak mudah dan memakan waktu lama. Untuk kopiah yang halus dijual sekitar Rp1 juta. Pembuatan kopiah membutukan waktu hingga sebulan. Kopiah tersebut terbuat dari anyaman tanaman liar yang disebut resam yang tumbuh di hutan. Tanaman resam yang sudah tua dibuang kulit luarnya. Bagian dalam berwarna putih dengan poros coklat digunakan untuk membuat peci.

baca juga: Nyoto Bareng Wujud Syukuran Pelantikan Presiden dan Wapres

Harga jual kopiah resam ini bervariasi mulai harga termurah Rp80 ribu hingga Rp1,5 juta. Harga kopiah ini mahal karena bergantung pada kualitas dan tingkat kesulitannya. Semakin halus dan rumit motifnya, harganya akan semakin mahal. (OL-3)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

Karyawan Positif Covid-19 Operasional Pabrik Sawit Disetop

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:28 WIB
Temuan karyawan Cargill yang dinyatakan positif covid-19 maka kegiatan operasional pabrik PT Hindoli di Sungai Lilin, Sumatra Selatan...
ANTARA

Bangka Siapkan 9.800 Rapid Test Gratis Senilai Rp.1,3 Miliar

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:11 WIB
Rapid test covid-19 gratis di Kabupaten Bangka hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, pelajar, santri dan orang sakit atau pendamping...
MI/Heri Susetyo

Tracing Lingkungan Mampu Redam Penyebaran Covid-19

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:03 WIB
Upaya meredam penyebaran covid-19 dengan tracing lingkungan ini terbukti berhasil seperti dilakukan di kawasan padat penduduk Desa Wage,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya