Minggu 27 Oktober 2019, 12:27 WIB

IPB Berikan Solusi Persoalan BUMDes di Jabar

Mediaindonesia.com | Nusantara
 IPB Berikan Solusi Persoalan BUMDes di Jabar

Istimewa
IPB menggelar diskusi dengan para pelaku BUMDes sekaligus memberikan solusi persoalan BUMDes selama ini.

 

SAAT ini Pemprov awa Barat mempunyai jumlah BUMDes yang sudah terbentuk sebanyak 3.695 unit. Dari jumlah tersebut 20% tidak berjalan dengan baik. Sementara desa yang sampai saat ini belum memiliki BUMDes mencapai 749 desa atau 14,1%. Sejumlah BUMDes yang sudah dibentuk tersebut memiliki derajat perkembangan dan kemajuan yang berbeda antar satu BUMDes dengan BUMDes yang lain.

Aning, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa Kabupaten Bandung dalam keterangan resmi, Minggu (27/10), saat ini Kabupaten Bandung mempunyai 1.200 BUMDes. Dari total BUMDes tersebut sebanyak 86 BUMDes masuk kategori berkembang dan 1 (satu) sudah dianggap maju. Sedangkan BUMDes lainnya belum memiliki unit usaha sehingga tidak produktif dalam mendorong roda perekonomian desa.

Meski BUMDes sudah berjalan lima tahun, namun masih terdapat berbagai hambatan dan masalah yang dialami sebagian besar BUMDes. Sehingga belum juga mampu melaju sebagai lembaga usaha yang cepat memberi pengaruh bagi kesejahteraan masyarakat baik peningkatan kesejahteraan petani, peternak,  maupun masyarakat sekitar kawasan hutan.

Pada kesempatan sama Masbantar Sangadji koordinator lapangan pendamping BUMDes mengatakan permasalahan yang ditemukan sangat beragam.

"Pertama lemahnya kemampuan manajerial dalam struktur BUMDes sehingga bisnisnya berjalan di tempat. Pada saat pergantian kepala desa kebijakan dan program dalam pengembangan unit usaha BUMDes juga ikut berubah sehingga unit usaha yang sudah dijalankan tidak berkembang secara berkelanjutan. Dan pernyertaan modal usaha sebesar 51% dari Desa sepenuhnya tidak dialokasikan, proporsi anggaran lebih diprioritaskan pada infrastruktur. Lemahnya pembangunan SDM inilah yang membuat kapasitas kelembagaan dan kewirusahaan desa tidak berkembang," ujarnya.

Kedua selain masalah kelembagaan dan SDM, permasalahan penting lainnya adalah teknologi dan jaringan pemasaran produk pertanian yang dihasilkan oleh BUMDes, individu maupun kelompok masyarakat.

Melihat kondisi BUMDes yang masih menghadapi berbagai masalah tersebut, IPB melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir bekerjasama dengan Astra Internasional, Desa Sejahtera Astra telah menghadirkan solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

Alim Setiawan, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir IPB mengatakan solusi yang dihadirkan oleh IPB adalah menerjunkan mahasiswa IPB sebagai tenaga pendamping dan fasilitator agar mengajak semua BUMDes yang ada di Jawa Barat untuk terlibat dalam program Desa Sejahtera dan pembinaan petani muda.

Menurutnya program ini menerapkan konsep Integrated Farming dari hulu-hilir sampai pemasaran. Program ini akan dilaunching pada 31 Oktober di Gedung Sate Bandung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

"Dalam Pelaksanaan Program ini, kami menyediakan benih unggul, teknologi, logistik yaitu menyediakan mobil tani sebagai alat transportasi untuk mengangkut produk-produk dari BUMDes ke rumah penampungan. Serta menyediakan pembiayaan yaitu bekerjasama dengan Bank Jawa Barat (BJB) agar langsung membeli produk petani, sekolah CEO, dan menyediakan akses pasar," ujar Alim.

Handian Purwawangsa selaku kasubdit Pengembangan Karier yang mengawal program ini juga mengatakan bahwa, saat ini IPB sudah melakukan kerjasama MoU dengan beberapa perusahaan ternama untuk menyerap produk hortikultura dan pangan dari para BUMDes binaan. Yaitu D’COST, Sabuhachi Yoshinoya, Angkasapura, RS Siloam dan Medco Dinatera. Saat ini perusahaan yang sudah berjalan adalah dengan perusahaan Medco Foundation dengan menerima produk pertanian setiap akhir bulan dalam bentuk market day produk pertanian dari desa binaan.

baca juga: Kalsel Targetkan Restorasi 2.000 Hektar Lahan Gambut

"Dalam tahap awal IPB fokus pada penguatan struktur organisasi BUMDes yakni membina dan melakukan Pendampingan dan pelatihan bagi 53 BUMDes yang tersebar di 6 Kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor 7 Desa, Kabupaten Bandung 5 Desa, Sukabumi 10 Desa, Garut 15 Desa, Subang 5 Desa dan Cianjur 11 Desa," ujar Handian. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More