Minggu 27 Oktober 2019, 11:26 WIB

Kalsel Targetkan Restorasi 2.000 Hektar Lahan Gambut

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Targetkan Restorasi 2.000 Hektar Lahan Gambut

MI/Denny Susanto
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memimpin kegiatan penanaman di Hutan Lindung bagian dari restorasi gambut dan Rehabilitasi hutan dan lahan.

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan berupaya memulihkan kerusakan atau restorasi 2.000 hektar kawasan hutan dan lahan gambut yang rusak pasca bencana kebakaran kemarin. Gerakan penanaman pohon yang disebut Revolusi Hijau di Kalsel 2019 menargetkan penanaman seluas 32.000 hektar.

Gubernur Kasel, Sahbirin Noor memimpin kegiatan penanaman pohon bernilai ekonomis atau jenis buah-buahan di kawasan hutan lindung yang merupakan kawasan lahan gambut di wilayah Kota Banjarbaru, Sabtu (26.10). Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian LHK, Badan Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Barito serta 5.000 pelajar (milenial).

"Pemulihan lahan gambut yang rusak karena bencana kebakaran ini menjadi salah satu fokus kita. Luas lahan gambut yang terbakar mencapai 2.000 hektar, sedangkan target keseluruhan penanaman kita 2019 ini seluas 32 ribu hektar," ungkap Gubernur.

Penanaman di kawasan hutan lindung lahan gambut ini seluas 5 hektar. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pemulihan DAS di seluruh Indonesia. Di Kalsel kegiatan tahap pertama digelar di sejumlah daerah meliputi areal lahan kritis di Desa Karang taruna, Kabupaten Tanah Laut seluas 2,5 ha dengan jenis tanaman karet okulasi, kemiri dan beringin

Di Kabupaten Banjar dilaksanakan di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang, seluas 2 ha dengan jenis tanaman jengkol, kemiri, petai dan rambutan. Kemudian di Kota Banjarbaru dilaksanakan di Kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Liang Anggang seluas 5 ha, jenis tanaman jelutung rawa, pulai rawa, belangiran, rambutan dan jeruk yang ditanam oleh 5.000 pelajar.

Kegiatan penanaman juga dilakukan serentak di semua kabupaten/kota di Kalsel dengan target keseluruhan 32.000 hektar. Hanif menyebut kegiatan penanaman atau rehabilitasi hutan dan lahan ini dibarengi dengan penyusunan kajian ekonomi dan kajian bisnis dari masing-masing komoditi ditanam sehingga diharapkan terjadi cikal bakal roadmap bisnis per jenis komoditi yang lestari guna menunjang perekonomian daerah.

baca juga: Bangun Jalan Menuju Mata Air dengan Dana Desa

Sementara ketersediaan bibit di Persemaian Permanen BPTH, BPDAS HL Barito dan di KPH Kalsel tersedia 2,3 juta bibit, dan masyarakat bisa mendapatkan bibit secara gratis untuk ditanam. Gerakan Revolusi Hijau ini juga bagian dari upaya Kalsel membangun Forest City. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More