Minggu 27 Oktober 2019, 10:10 WIB

10 Dokter Peneliti Meraih Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia

Eni Kartinah | Humaniora
10 Dokter Peneliti Meraih Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia

Istimewa
Konferensi pers Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) di Jakarta, Sabtu (27/10).

 

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  dan PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) telah melakukan penjurian presentasi hasil penelitian dan wawancara kepada 10 pemenang Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) sebelumnya.

Pada Sabtu (28/10), dewan  juri meminta para paserta melakukan presentasi atau tahap akhir penjurian. Dari 10 peserta, dipilih tiga pemenang terbaik.

Sepuluh pemenang AKCDI telah mendapatkan penghargaan dan hadiah senilai Rp20 juta di acara gala dinner, bersamaan dengan perayaan Hari Dokter Nasional ke-69 yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober.

Perayaan Hari Dokter Nasional ke-69 telah diselenggarakan di Ballroom Sheraton Grand Gandaria, Jakarta, Sabtu malam (26/10). dengan dihadiri sekitar 300 dokter yang berasal dari seluruh Indonesia.

Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCD) merupakan program penghargaan kepada dokter Indonesia yang telah melakukan penelitian berdedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan. 

“Kalbe terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap dunia penelitian di Indonesia, khususnya penelitian di bidang kesehatan,“ ujar Dr. Bujung Nugroho, Direktur PT Kalbe Farma Tbk.

“Melalui kerja sama dengan IDI dalam penyelenggaraan AKCDI, Kalbe ingin memberi apresiasi kepada para dokter yang telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan penelitian di Indonesia,” tambah Dr. Bujung.

“AKCDI IDI-KALBE merupakan program yang pertama kali selenggarakan oleh Lembaga Riset IDI untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia,“ kata dr. Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2018-2021.

“Kami menyadari bahwa kita tidak bisa melakukan sendiri, harus melakukan kolaborasi, termasuk salah satunya bekerja sama dengan Kalbe,” tambah dr. Daeng.

Program AKCDI merupakan kelanjutan dari kerja sama Kalbe dengan Lembaga Penelitian IDI untuk mengembangkan penelitian kesehatan khususnya bagi dokter di Indonesia.

Penelitian yang dinilai adalah penelitian yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan, yang masuk kategori penelitian dasar, penelitian klinis dan epidemiologi kedokteran.

Adapun 10 pemenang AKDCI IDI-KALBE 2019 yang terpilih adalah pertama, Achmad Hudoyo, judul penelitian: Inovasi Metode Deteksi Kanker Paru Non-Invasif Menggunakan Balon Karet sebagai Penampung Napas-Hembusan (Exhaled-Breath) Terkondensasi, Berbasis Pemeriksaan Metilasi DNA dengan Methylation-Specific PCR dan Analisis Senyawa Organik dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry.

Kedua, Arif Rahman Nurdianto, judul penelitian: The Relationship of Hemoglobin, Interleukin-10 and Tumor Necrosis Factor Alpha Levels In Asymptomatic Malaria Patients in Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia. Ketiga, Astari Pranindya, judul penelitian: Nilai rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) darah dan kadar protein C-Reaktif (CRP) pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada kondisi eksaserbasi dan stabil di RS Persahabatan.

Keempat, Budi Wiweko, judul penelitian: Survival of Isolated Humasnan Pre-Antral Follicles after Vitrification: Analyses of Morphology and The Expression of Fasl and Caspase-3 Mrna. Kelima, Ery Hermawati, judul penelitian: Chlorogenic acid ameliorates memory loss and hippocampal cell death after transient global ischemia. 

Keenam, Rina Diana, judul penelitian: Efektivitas eksosom media terkondisi sel punca mesenkimal Wharton’s jelly terhadap penyembuhan luka secara in vitro. Ketujuh, Rizaldy Pinzon, judul penelitian:  Complications as poor prognostic factors in patients with hemorrhagic stroke: A hospital-based stroke registry 8. 

Kedelapan, Rudi Chandra, judul penelitian: Immunohistochemistry expresions of vitamin D receptor associated with severity of desease in psoriasis patiens. Kesembilan, Septelia Inawati, judul penelitian: Menyibak tabir sel punca kanker untuk target deteksi dan terapi kanker. Kesepuluh, Umar Zein, judul penelitian: Identifikasi daerah endemik infeksi cacing pita (Taeniosis) Taenia Asiatica Simalungun dan morfologinya di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Indonesia.

Proses penjurian AKCDI 2019 dilakukan setelah seleksi oleh panitia terhadap kelengkapan administrasi dan penentuan kategori penelitian. Penjurian ada tiga tahap yaitu tahap satu, penilaian isi penelitian untuk didapatkan 30 penelitian terbaik. Tahap dua, tahap penilaian isi penelitian untuk mendapatkan 10 finalis. Tahap tiga, tahap presentasi dan wawancara hasil penelitian.

Tahap seleksi kelengkapan administrasi adalah tahap untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan administrasi, dokumen penelitian dan substansi penelitian yang telah dilakukan. 

Pada tahap penilaian isi penelitian dilakukan dewan juri, dengan menilai nominator pemenang hasil lulus seleksi tahap pertama pada seluruh kategori. Tahap presentasi dilakukan oleh peneliti secara individu atau kelompok di hadapan dewan juri.

Sebagaimana diketahui bahwa Lembaga Riset IDI dibentuk bersamaan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia 2018-2021. Lembaga memiliki tujuan antara lain meningkatkan kompetensi pelayanan kedokteran, mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi kedokteran, mengembangkan inovasi pelayanan kedokteran.

Selain itu, Lembaga Riset IDI juga meningkatkan daya saing dan mengangkat marwah dokter Indonesia serta mengupayakan penggunaan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam sektor kesehatan. 

 Lembaga penelitian IDI ini juga memiliki visi menjadi lembaga riset terkemuka pada era industri 4.0, dengan misi Convergent Thinking, Big Data, Precision Medicine. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More