Sabtu 26 Oktober 2019, 19:25 WIB

Laskar Timor Indonesia Bubarkan Ceramah Eks HTI di Kupang

Palce Amalo | Nusantara
Laskar Timor Indonesia Bubarkan Ceramah Eks HTI di Kupang

Dok Ady WF Ndiy
BUBARKAN CERAMAH EKS HTI Ketua Umum LTI Ady WF Ndiy (dua dari kiri) memperingatkan dua penyelenggara ceramah tentang khilafah

 

KENDATI ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah dibubarkan, penyebar ideologi khilafah masih bergentangan di mana-mana, termasuk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pada Sabtu (26/10), sekelompok penyebar paham khilafah yang akan menggelar ceramah kepada mahasiswa berhasil dibubarkan oleh puluhan orang dari ormas Laskar Timor Indonesia (LTI).

LTI dibangun oleh pemuda Timor sejak 2018 yang bertugas mendeteksi dan melawan setiap gerakan radikal yang merongrong Pancasila, NKRI, dan UUD 1945, serta budaya Timor dan keamanan di NTT.

Ketua Umum LTI, Ady WF Ndiy, mengatakan, pihaknya mendeteksi kegiatan penyebaran paham khilafah tersebut di sebuah rumah makan di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kota Kupang, dan selanjutnya melakukan pemantauan sejak pukul 08.00 pagi. Namun, mahasiswa mulai berdatangan ke lokasi ceramah sekitar pukul 10.00 Wita.

"Mereka sengaja mengunakan tim dakwah, tetapi pengurusnya Ketua HTI Kota Kupang dan pengurus HTI NTT. Mereka mengajak mahasiswa tidak hanya dari kalangan muslim tetapi juga nonmuslim untuk memengaruhi dengan maksud menerima keberadaan mereka," kata Ady kepada Media Indonesia.


Baca juga: Polda Jatim Tangkap Figur Publik terkait Kasus Prostitusi Daring


Dari penelusuran LTI, tambah dia, penceramah yang akan dihadirkan di acara itu seorang ustaz, yang akan berbicara tentang neoliberalisme, serta memengaruhi mahasiswa dengan menyebut kondis bangsa sedang morat-marit.

"Lalu mereka bilang bangsa ini perlu solusi, dan ujung-ujungnya khilafah itu," ujarnya.

Menurutnya, anggota LTI berhasil masuk ke lokasi tersebut sebelum acara dimulai. Saat itu, panitia minta seluruh peserta keluar dari ruangan, tetapi para mahasiswa kemudian memilih pulang.

"Mereka melihat kami datang lalu kabur, tetapi ada yang masih duduk di dalam ruangan, kami berikan peringatan keras," katanya.

Menurut dia, peringatan LTI itu disertai ancaman, jika mereka masih menggelar ceramah, para anggota LTI akan menindak secara tegas jika polisi tidak segera membubarkan mereka.

"HTI itu sudah dibubarkan, oknum dan organisasnya dilarang," tandasnya.

Para anggota LTI juga sempat berdialog dengan pengagas kegiatan tesebut.

"Mereka sengaja mengusung NKRI harga mati, tetapi NKRI yang khilafah dan NKRI tanpa Pancasila," ujarnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More