Sabtu 26 Oktober 2019, 17:17 WIB

Tiga Sopir Ojek di Papua Tewas Ditembak Kelompok Kriminal

Antara | Nusantara
Tiga Sopir Ojek di Papua Tewas Ditembak Kelompok Kriminal

MI/Marcel Kelen
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni saat dibonceng sepeda motor, beberapa waktu silam.

 

TIGA orang tukang ojek di Kabupaten Intan Jaya, Papua, dikabarkan ditembak mati oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lekagak Telenggen.    

"Ketiga korban adalah tukang ojek yang selama ini bekerja melayani transportasi masyarakat di wilayah Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ketiga tukang ojek itu adalah Rizal, 31, Herianto, 31, dan La Soni, 25," kata Kapendam XVII/Cenderwasih Kolonel Eko Daryanto dalam keterangan tertulis di Kota Jayapura, Sabtu (26/10).    

Menurut dia, ketiganya ditemukan dalam kondisi luka tembak di kepala dan luka sayat akibat senjata tajam disekujur tubuh.

Penemuan ketiga jenazah pertama kali dilaporkan oleh seorang anggota legislatif, Titus Kobogau, yang diadang dan ditodong KKB saat akan menjemput seorang gembala Gereja Kingmi di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

"Saat itu Titus sempat melihat ketiga korban telah meninggal di tempat. Diduga ketiga korban baru saja dieksekusi setengah jam sebelumnya," ungkapnya.    

Baca juga: Polri: Tersangka Kerusuhan Papua jadi 13 Orang, Tiga Masih DPO

Oleh kelompok tersebut, kata dia, Titus diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan menyampaikan kabar kepada Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni dan Deki Belau, salah seorang tokoh pemuda.

"Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan oleh Titus kepada Bupati Natalis Tabuni," ujarnya.    

Sore harinya, lanjut dia, Bupati Natalis Tabuni segera menggelar rapat terbatas untuk melakukan penjemputan terhadap tiga jenazah di TKP. "Sekitar pukul 19.00 WIT, tim penjemput yang terdiri dari Yohakim Joani (Kabag Kesra), Januarius Meisani (Kadis Pariwisata), Kristianus Tebay (Direktur RS) dan Deki Belau (tokoh pemuda) tiba di TKP dan segera mengevakuasi ketiga jenazah ke Puskesmas Boligai dan di otopsi," tutur EKo.       

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni yang melihat langsung kondisi jenazah mengecam keras perbuatan biadab kelompok Lekagak Telenggen yang tidak berperikemanusiaan.    

Natalis mengimbau kepada seluruh masyarakat Intan Jaya untuk tetap tenang dan waspada. "Kepada para tukang ojek yang beroperasi di wilayah Intan Jaya untuk sementara membatasi kegiatan ojek. Pemerintah Daerah Intan Jaya akan membantu seluruh biaya pemakaman para korban," imbuh Natalis.    

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab, menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya ketiga tukang ojek yang menjadi korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata.    

"Perbuatan teror ini jelas membuktikan kelompok separatis selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua. Ini jelas bukan perbuatan orang-orang yang mengenal Tuhan," kata Herman.    

"Kami akan terus berkoordinasi dengan unsur kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis yang selalu menciptakan teror dan ketakutan pada masyarakat," ujar dia.

Mantan Danrem 172/PWY itu juga tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat Papua untuk selalu menjaga dan memelihara kedamaian di tanah Papua. "Mari kita bersama-sama menghentikan konflik yang terjadi di Papua. Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan, jangan memberi kesempatan kepada pihak manapun untuk menjadikan Papua sebagai wilayah konflik dan menjadi penghalang berkat bagi masyarakat Papua," katanya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More