Sabtu 26 Oktober 2019, 16:50 WIB

Aksi Unjuk Rasa Terbesar Cile, Satu Juta Warga Turun ke Jalan

Melalusa Susthira K | Internasional
Aksi Unjuk Rasa Terbesar Cile, Satu Juta Warga Turun ke Jalan

AFP
Unjuk rasa di Cile

 

JUMAT (25/10) waktu setempat, menjadi hari berlangsungnya unjuk rasa terbesar di Cile. Diperkirakan lebih dari satu juta orang turun ke jalan menuntut reformasi ekonomi hingga pengunduran diri Presiden Cile Sebastian Pinera.

Para pengunjuk rasa membawa bendera nasional dan pribumi sembari menyanyikan lagu-lagu perlawanan yang populer di era kediktatoran Augusto Pinochet pada 1973-1990. Cile yang dipandang sebagai salah satu negara yang paling stabil di Amerika Latin, kini harus bergulat dengan kekerasan terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Gubernur Santiago Karla Rubilar memuji jalannya aksi unjuk rasa kemarin yang berlangsung damai dan menggambarkannya sebagai hari bersejarah bagi Cile. Rubilar mengatakan lebih dari satu juta orang turun ke jalan di seluruh Cile, sedangkan di Ibu Kota Santiago sendiri jumlah orang turun diperkirakan mencapai 820 ribu orang.

"Pawai damai sekitar 1 juta orang yang mewakili mimpi Chili baru, dengan cara transversal tanpa perbedaan. Negara kita lebih banyak membutuhkan dialog dan pawai damai," cicitnya, Jumat (25/10).

Sementara itu, Presiden Cile, Sebastian Pinera, mengapresiasi pawai besar-besaran kemarin yang menurutnya membuka jalan besar bagi masa depan Cile yang lebih baik.


Baca juga: Kebakaran Hutan, 50 Ribu Warga California Dievakuasi


"Pawai besar-besaran, gembira dan damai hari ini, di mana masyarakat Cile menuntut Cili lebih adil dan memberikan dukungan, membuka jalan besar untuk masa depan dan harapan. Kita semua sudah mendengar pesannya. Kita semua telah berubah. Dengan persatuan dan bantuan dari Tuhan, kita akan menempuh jalan menuju Cile yang lebih baik bagi semua orang," tulis Pinera dalam utas Twitter-nya, Jumat.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Pinera menyampaikan permintaan maafnya karena gagal mengantisipasi pecahnya kerusuhan sosial dan mengumumkan serangkaian langkah yang dirancang untuk menenangkan masyarakat, seperti meningkatkan upah minimum maupun pensiun. Pinera juga mengumumkan rencana untuk mengakhiri status keadaan daruratdan mencabut pemberlakuan jam malam.

Unjuk rasa pada Jumat terjadi setelah aksi pemogokan selama dua hari pada Rabu dan Kamis yang diselenggarakan oleh serikat buruh terbesar dan paling kuat di Chili, United Center of Chile (CUT), dengan sekitar 20 kelompok lainnya. Meski demikian pada Kamis (24/10) kemarin, Pemerintah Cile mengumumkan bahwa KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Santiago akan tetap dilangsungkan pada 11-17 November mendatang.

Selama sepekan terakhir, unjuk rasa yang awalnya menentang kenaikan harga tiket metro telah meluas dalam bentuk protes terhadap struktur sosial-ekonomi Cile. Masyarakat Cile memprotes rendahnya upah dan pensiun, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang mahal, serta kesenjangan yang lebar antara kaya dan miskin.

Lembaga HAM Nasional Cile (INDH) menyebut sekitar 584 orang terluka dan 2.410 orang lainnya ditahan selama protes. Sementara itu, jumlah korban tewas sampai saat ini mencapai 18 orang. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More