Sabtu 26 Oktober 2019, 15:54 WIB

Pemuda Pancasila Tegaskan tidak Boleh Ada yang Ganggu Jokowi

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Pemuda Pancasila Tegaskan tidak Boleh Ada yang Ganggu Jokowi

Antara
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan Presiden Joko Widodo.

 

WAKIL Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo mengingatkan tidak boleh ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan.

Hal itu disampaikannya dalam acara peresmian pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta, hari ini (26/10).

"Bagi Pemuda Pancasila tidak boleh ada upaya-upaya yang ingin menjatuhkan suatu pemerintahan di tengah jalan, karena itu ujung-ujungnya akan mengakibatkan rakyat tambah susah," tegas Bamsoet sapaan akrabnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh 1.500 anggota Pemuda Pancasila itu, Bamsoet juga mengingatkan kepada siapapun agar tidak mengganggu baik kedaulatan NKRI maupun Pancasila. "Termasuk juga ada yang mencoba mengganggu Pak Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, pasti akan hadapi sampai titik darah penghabisan," tegasnya

Lebih lanjut, ia juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo atas sejuknya ruang-ruang persatuan bangsa paska pengumuman Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.

Baca juga: Presiden Titip Pesan bagi Pemuda Pancasila

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI itu juga menyampaikan keyakinannya bahwa Pemuda Pancasila mampu menjadi generasi muda yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Yakni, generasi muda yang penuh inovasi dan mampu membalikkan ketidakmungkinan menjadi sebuah peluang serta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan.

"Yang mampu membuat keterbatasan jadi keberlimpahan, yang mampu mengubah kesulitan menjadi kemampuan, yang mampu mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi bernilai untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Saya meyakini Pemuda Pancasila mampu berada pada kelompok pemuda yang saya sebutkan tadi," tandasnya. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More