Minggu 27 Oktober 2019, 00:40 WIB

Inspirasi Kreasi dari Liburan

Dwi Apriani | Weekend
Inspirasi Kreasi dari Liburan

MI/Dwi Apriani
Suasana Play9round

MARAKNYA tempat ngopi tidak hanya berlaku di Jakarta. Tak terkecuali di Palembang, Sumatra Selatan pun tempat nongkrong bersama teman dan keluarga juga marak. Salah satunya di Play9ground di Batiqa Hotel, Palembang. 

Nah, kalau berkunjung ke sini pastikan mencicipi piccolo latte dan pandan latte. Chef David Patrick Ramon, Corporate Chef Batiqa Hotels, meracik khusus pandan latte dengan mencampurkan essense pandan dan susu. Dengan sedikit keahlian tangannya, ia pun mulai bereksperimen agar pandan tersebut bisa dikolaborasikan dengan kopi latte.

“Saya mengolaborasikan essense pandan dan powder pandan dengan susu segar dan kopi latte. Saya bereksperimen sekitar 3 bulan, sehingga terciptalah pandan latte. Rasanya lembut dan tidak membuat tenggorokan lengket, segar, dan enak juga saat diminum,” jelasnya kepada Media Indonesia Sabtu (12/10).

Adapun rasa lebih kental dan kuat ditawarkan piccolo latte. Kombinasi kopi dan susunya pun pas. “Saya gunakan kopi bali dan kopi mandailing untuk piccolo latte,” tambahnya.

Selain kopi, Chef Patrick menghadirkan lima kreasi mi instan. Mi goreng teri sambal matah, mi goreng sambal roa, mi goreng kulit ayam garing, mi goreng rendang dan sambal hijau, mi rebus TKO, dan mi rebus laksa ayam.

Salah satu hidangan andalan Chef Patrick ialah mi rebus laksa ayam. Hidangan ini diklaimnya cocok dengan lidah masyarakat Indonesia dan seusai dengan latar belakangnya berdarah Melayu. Pria kelahiran Pekanbaru ini mengolaborasikan mi instan dengan laksa malaysia. 

“Saya buat sendiri, untuk menu khas di Play9round, harus dicoba karena di dalamnya ada campuran asam laksa malaysia. Histori sendiri dari Melayu, rasanya pedas dan gurih, cocok dengan lidah masyarakat, khususnya masyarakat Palembang,” ujarnya.


Sambal

Satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia ialah kehadiran sambal. Nah Chef Patrick menghadirkan hidangan mi menggunakan sambal matah. Sambal autentik Bali ini disajikan dengan campuran cabai dan bawang. “Sambal matah khas Bali sekarang saat ini disukai banyak orang, saya belajar tentang masakan tradisional di Bali, dan saya terapkan. Cita rasa dalam mi sambal matah ini memang heavy, namun sangat selaras dengan rasa favorit kaum milenial,” ujar Chef Patrick.

Kesegaran sambal juga hadir di mi goreng sambal roa. Chef Patrick sendiri yang meng­olah ikan roa yang dicampur dengan aneka bahan segar, sehingga menghasilkan rasa yang unik. “Kita menggunakan ikan roa yang segar, dikolaborasikan dengan komposisi sambalnya. Hasilnya selain memiliki cita rasa unik, juga akan memanjakan lidah bagi penikmatnya,” jelasnya.

Pemilihan dua sambal itu bukan tanpa a­lasan. Chef Patrick mengaku kerap liburan ke berbagai provinsi di Indonesia. Saat liburan itu ia belajar masak penganan khas daerah itu. Pengalaman itu yang menginspirasinya menghadirkan hidangan tersebut. 

“Awalnya saya menghayal dulu, lalu timbul keinginan untuk memasak dengan inisiasi saya, dan langsung saya terapkan. Tapi, saya ingin selalu ada yang beda. Tidak hanya sekadar rasa, tapi komposisi dan tampilannya pun saya sempurnakan,” ungkap Chef Patrick.


Pempek rumput laut

Berbicara Palembang, tentunya tidak lupa hidangan khas sana, pempek. Di Play9round, penganan ini hadir berbeda. Chef Patrick menghadirkan pempek rumput laut yang terbuat dari ikan gabus, rumput laut segar, dan serbuk rumput laut. Sebagai pendamping ada cuko yang sedikit berbeda dari yang umumnya. 

“Kita sajikan dengan saus yang dibuat se-umami mungkin. Ada gurih, asam, dan manis. Saat penyajiannya pun kita taburkan di atas pempek dengan koja keju dan serbuk rumput laut, sehingga aroma rumput laut sangat pekat terasa,” ungkap Chef Patrick.

Guna meyakinkan diri, pria lulusan perhotelan Universitas Trisakti itu meminta pendapat pengamat pempek di Palembang. Nyatanya Pempek rumput laut dan sausnya itu mendapat apresiasi.

“Makanan tradisional yang diolah dan dengan tampilan pempek yang lain dari tempat lain. Masyarakat Palembang pasti akan sangat menikmati saat menyantap makanan khas ini,” ujar dia.

Bila ingin menikmati hidangan yang manis, ada banana split special. Dalam hidangan ini, pisang yang diolah bukan hanya daging pisangnya. Kulit pisangnya juga melalui proses pemanggangan. Di atas pisang ditaruh tiga es krim (cokelat, stroberi, dan vanila), tidak lupa taburan marshmallows, brownies, oreo, dan chocolate chips.  

“Isinya banyak dan beragam, aneka warna, anak-anak dan remaja pasti suka. Semuanya serbamanis, untuk lebih cruchcy, saya menambahkan corn cracker. Jadi ada rasa garingnya. Insipirasi saya ini dari masa kecil, oma (nenek) saya suka membuatkan banana split, dan saya pun ingin agar penikmatnya juga bernostalgia dengan masa-masa kecilnya,” jelasnya.

Pria yang sudah melanglang buana ke Italia, Asia Tenggara, dan Prancis ini mengaku semua bahan baku yang dia gunakan 70% lokal. Seperti kopi, susu, ikan gabus, ikan teri, dan ikan roa. Sedangkan produk impor hanya keju, rumput laut dari Jepang, dan sosis dari Singapura. 


Penuh warna

Saat berkunjung ke Play9round, mata akan terpicu dengan aneka warna yang terlukis. Catleya Parengkuan, Operation Planning and Performance Manager BHM Hospitality mengatakan aneka warna itu merupakan konsepnya, mulai dari kontainer, kursi, dan dinding.

“Ini bisnis development-nya kita. Sekatang ini kan trennya kopi. Sasaran kita kaum milenial dan keluarga. Konsepnya taman bermain atau playground,” jelasnya.

tidak hanya warna yang menarik perhatian. Ragam permainan pun tersedia, seperti engklek, halma, ular tangga, kartu uno, lempar panah, dan ayunan. “Sambil menikmati makanan dan minuman, para pengunjung juga bisa bermain di sini,” jelasnya.

“Kita buka coffee shop mulai 15.00-23.00 WIB. Jadi pengunjung bisa datang kesini usai dari kuliah, kerja, atau sekolah. Tempatnya pun cozy dan instagrammable,” tandasnya. (M-3) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More