Sabtu 26 Oktober 2019, 11:50 WIB

Presiden Minta Pemuda Pancasila Jadi Motor Pengamalan Pancasila

Presiden Minta Pemuda Pancasila Jadi Motor Pengamalan Pancasila

Dok.MI
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menghadiri peresmian pembukaan Musyawarah Besar ke-10 Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Sultan Jakarta.

"Saya titip kepada Pemuda Pancasila, saya yakin akan terus dan tetap menjaga Pancasila, menjadi motor bagi pengamalan Pancasila untuk memberi jalan bagi pencapaian Indonesia yang maju, Indonesia yang sejahtera," kata Presiden dalam pidatonya di ruang pertemuan Lagoon Garden, hari ini.

Presiden hadir di ruangan itu pada sekitar pukul 09:50 WIB.

Dalam acara itu Presiden mengatakan dengan penerapan ideologi Pancasila diharapkan Indonesia mencapai masa keemasannya dengan memiliki kekuatan ekonomi yang besar.

"Indonesia harus menjadi negara maju dan di 2045 saat kita merayakan 100 tahun Indonesia merdeka, kita memiliki potensi besar untuk masuk ke 5 besar negara dengan ekonomi terkuat dunia dengan pendapatan per kapita, ini hitung-hitungan para pakar, itu sekitar Rp320 juta per kapita per tahun," ungkap Jokowi.

Baca juga: Relawan Pemuda Pancasila Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Kendati demikian, untuk mencapainya juga diperlukan kerja keras dan kerja bersama, serta inovasi agar lebih kompetitif di tingkat global.

Acara itu juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Japto Soerjosoemarno, Wakil Ketua Umum PP sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti, serta Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Jokowi bersama Japto meresmikan pembukaan musyawarah tersebut dan Presiden juga mendapat kartu tanda kehormatan PP.

"Saya ucapkan selamat bermusyawarah dan dengan mengucap Bismillahirahmanirahim musyawarah besar ke-10 Pemuda Pancasila pada pagi hari ini dibuka," demikian Presiden.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More