Sabtu 26 Oktober 2019, 08:10 WIB

Idham Aziz bakal Mulus di DPR

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Idham Aziz bakal Mulus di DPR

MI/RAMDANI
Kabareskrim Komjen Idham Aziz.

 

KABARESKRIM Komjen Idham Aziz ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian. DPR akan segera menggelar fit and proper test setelah susunan pimpinan dan anggota Komisi III resmi terbentuk.

Sejauh ini DPR menilai Idham merupakan sosok pendiam, tapi menunjukkan kerja nyata. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. "Sosok yang pendiam, sedikit bicara. Selama ini selalu bekerja dengan diam, tetapi dengan hasil yang nyata," kata Dasco kepada pers di Jakarta, kemarin.

Karena itu, ia menilai Idham sangat kompeten dan meme-nuhi syarat untuk menjadi Kapolri. "Yang bersangkutan sangat memenuhi syarat dan kualifikasi untuk menjadi Kapolri, baik dari sisi kepangkatan maupun angkatan. Saya mendukung penuh beliau untuk menjadi orang nomor satu di Polri," ujar Dasco.

Menurut rencana, fit and proper test akan berlangsung pakan depan di Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan perundangan. "Segera (fit and proper test) setelah Komisi III terbentuk," ucap politikus Gerindra itu.

Wakil Ketua DPR lainnya, Azis Syamsuddin, menyakini Idham berkompeten menjadi Kapolri. "Beliau kompeten dalam mengemban jabatan itu," kata Wakil Ketua DPR bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu.   

Wakil Ketua Komisi III periode 2014-2019, Herman Herry, menilai Idham Aziz sangat berpengalaman dalam menangani persoalan intoleransi hingga terorisme.

"Itu pilihan tepat Presiden Jokowi karena hal utama yang harus dikerjakan oleh Polri di era sekarang ialah keamanan negara dalam hal intoleransi, radikalisme, hoaks, sampai terorisme," kata Herman.

Selain memiliki segudang pengalaman, kata Herman, Idham juga memiliki karakter yang dingin, penuh perhitungan, dan memiliki keberanian.

"Saya sangat yakin yang bersangkutan akan mengguna-kan cara dan pola penanganan gangguan kamtibmas secara proporsional," kata politikus PDI Perjuangan asal Nusa Tenggara Timur itu.

 

Rekan jejak

Dosen hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, menganggap Idham memiliki rekam jejak yang sangat baik sehingga layak diusulkan sebagai calon tunggal kapolri.

Menurut dia, Jokowi sudah tepat mengusulkan nama Ka-bareskrim tersebut karena selama ini tidak tersangkut masalah apa pun. "Normatifnya memang memenuhi syarat dan bintang tiga, cukup senior, dan track record selama ini kan baik. Tidak ada hal yang negatif yang diangkat atau sempat diberitakan. Jadi menurut saya, tidak ada masalah," kata Huda.

Dia berharap publik tidak membanding-bandingkan gaya kepemimpinan Idham dengan Tito. Setiap orang punya style dalam memimpin sebuah institusi sehingga tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. "Tito dengan gaya kepemimpinannya sudah menjadi masa lalu buat Polri, sudah selesai tugasnya di lembaga itu. Nah, Idham juga tentu punya gaya kepemimpinan tersendiri. Kita tidak bisa kemudian mengharapkan bahwa gayanya sama. Tentu berbeda, setiap orang kan punya style tersendiri," jelasnya. (P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More