Sabtu 26 Oktober 2019, 07:50 WIB

Polri Kerja Keras Ungkap Kasus Novel Baswedan

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polri Kerja Keras Ungkap Kasus Novel Baswedan

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra.

 

PERKEMBANGAN penanganan tim teknis Polri dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan terus berlanjut. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan tim teknis terus bekerja keras mengungkapkan kasus tersebut.

"Saat ini terkait dengan penanganan kasus NB (Novel Baswedan). Kami dari tim teknis masih bekerja terus ya, bahkan bekerja keras untuk bisa mengungkap perkara ini. Mohon doanya saja," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Asep menyebut hasil kerja tim teknis akan diungkapkan setelah semuanya rampung.  "Nanti akan disampaikan setelah ada hasil secara resmi."

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Penyidik KPK Novel Baswedan.

 

Presiden Joko Widodo telah menyatakan akan meminta Kapolri baru untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

"Mengenai kasus yang ditanyakan tadi, nanti akan saya kejar pada Kapolri yang baru agar bisa diselesaikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

Presiden Joko Widodo telah mengajukan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri kepada DPR. Idham menggantikan Tito Karnavian yang ditunjuk menjabat Menteri Dalam Negeri.

"Dan saya juga sudah melihat laporan kemarin, sebelum saya mengangkat menjadi Mendagri Pak Tito (Tito Karnavian), saya kira ada perkembangan yang sangat baik dan nanti akan segera diteruskan ke Kapolri yang baru dan segera diumumkan kalau betul-betul sudah selesai," tandas Presiden.

Pada 17 Juli 2019, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan merekomendasikan Kapolri untuk mendalami keberadaan tiga orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik. Kapolri saat itu, yaitu Jenderal Tito Karnavian memenuhinya.

Tim teknis dipimpin Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Idham Azis dengan masa kerja 6 bulan untuk melanjutkan setiap rekomendasi yang sudah dikeluarkan TPF Novel Baswedan. (Fer/Nur/Ant/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More