Sabtu 26 Oktober 2019, 07:00 WIB

Wamen Ekonomi Antisipasi Krisis

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Wamen Ekonomi Antisipasi Krisis

MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan secara resmi dan melantik para wakil menteri Kabinet Indonoseia Maju.

 

DI tengah ancaman resesi global yang dipicu perang dagang AS-Tiongkok, Presiden Joko Widodo meminta wakil menteri yang bersentuhan langsung dengan perekonomian mengarahkan perhatian pada perjanjian dagang, investasi, infrastruktur, dan promosi wisata.

Demikian salah satu pernyataan Jokowi ketika mengumumkan 12 wakil menteri di tangga Istana Merdeka dengan didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin, kemarin.

"Menurut saya, profilnya sangat bagus dalam rangka memperkuat Kabinet Indonesia Maju," kata Presiden.

Kepada 12 wakil menteri yang akan mengisi posisi di 11 kementerian, Jokowi menekankan sejumlah arahan khusus sebagai pedoman membantu menteri (lihat grafik).

Kepada Wakil Menlu Mahendra Siregar, Presiden meminta Dubes RI di AS (7 Januari-25 Oktober 2019) ini, "Menuntaskan perjanjian dagang dan investasi dengan 15 negara, terutama Uni Eropa."

 

 

Sumber: Tim Riset MI/Foto: MI/RAMDANI

 

 

Mandek

Arahan Jokowi kepada Mahendra terasa pas mengingat indeks kemudahan berbisnis di Indonesia yang mandek di urutan 73 dari 190 negara. Data terakhir Bank Dunia dalam laporan Ease of Doing Business 2020, rangking Indonesia tidak beranjak seperti tahun sebelumnya atau jauh dari target di urutan ke-40 dunia.

Sementara itu, kepada Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Jokowi memintanya meningkatkan serapan anggaran di semua sektor. Suahasil yang pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal dinilai memiliki kompetensi membantu Menkeu Sri Mulyani.

Dalam menanggapi arahan Presiden, Suahasil meng ungkapkan tantangan perekonomian kita kurang baik, sangat volatile. "Kondisi dunia yang tidak cerah terefleksi di perekonomian Indonesia. Saya akan memastikan support fiskal bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka penduduk miskin."

Jokowi pun beralih kepada dua Wakil Menteri BUMN, yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmodjo. Mereka mendapat tugas meningkatkan valuasi aset BUMN. Selain itu, Presiden memerintahkan mereka menjaga pengelolaan 140 lebih perusahaan pelat merah tersebut.

"Cari mitra yang baik sehingga BUMN menjadi korporasi yang baik di (kancah) global," tegas Presiden.

Jokowi juga menugasi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, memfokuskan tenaga dan pikirannya pada promosi tempat-tempat wisata di Tanah Air. "Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Indonesia semakin banyak."

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendapat tugas memacu ekspor untuk menghasilkan devisa bagi kas negara.

Untuk Wakil Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Wempi Wetipo, Jokowi menekankan pentingnya kelanjutan proyek infrastruktur di Indonesia timur.

Wempi Wetipo, mantan Bupati Jayawijaya, itu siap menjalankan visi Presiden melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia timur. "Pemerintah sudah membuka isolasi Papua dengan membangun jalan 580 kilometer dari Jayapura ke Wamena."

Pengamat politik dari LIPI, Indria Samego, berharap publik menghormati keputusan Presiden soal pengangkatan 12 orang wakil menteri tersebut. "Kini masih banyak aturan yang tidak proinvestasi dan harus dibenahi. Kalau arahan Presiden dijalankan, mudah-mudahan dua tahun ke depan Indonesia menjadi lebih baik." (Mir/Cah/Pra/Ant/X-3)                                                                     

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More