Sabtu 26 Oktober 2019, 06:40 WIB

Bertabur Wakil Menteri Berjajar Pulau-Pulau

Bertabur Wakil Menteri Berjajar Pulau-Pulau

MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo bersama Wapres Ma’ruf Amin berfoto bersama 12 wakil menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka,

 

SEBANYAK 12 calon wakil menteri datang sejak pagi satu per satu. Mereka mengenakan kemeja putih dan celana hitam datang dari arah Sekretariat Negara. Senyum mengembang dengan lambaian tangan ke arah wartawan. Gayanya sama dengan para calon menteri sebelumnya.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin menjadi orang yang pertama datang sekitar pukul 08.30 WIB. Kedatangan Budi disusul mantan Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono.

Namun, ada yang berbeda antara pengumuman para wamen dan para menteri. Saat mengumumkan para wamen, Jokowi mengumpulkan mereka di dalam ruangan ber-AC dan berfoto di tangga di dalam Istana Merdeka.

Hal yang berbeda saat Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengumpulkan para calon menteri dua hari lalu. Dijemur di bawah terik Matahari.

Sehari setelah sidang kabinet paripurna perdana, Presiden Jokowi memperkenalkan sekaligus melantik para wamen di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Di sidang kabinet itu, Jokowi sempat membahas ihwal posisi wamen ke para menterinya.

Jumlah wakil menteri pada periode kedua ini lebih banyak daripada periode sebelumnya yang hanya tiga orang. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh wakil menteri dari profesional, sedangkan sisanya merupakan politikus PDIP, Golkar, PPP, PSI, dan Perindo.

"Semua pulau besar terwakili, sudah ya. Jawa, Sumatra, Kalimantan. Kalimantan kan ada putra Dayak. Putra Papua sudah ada. Putra dari Sulawesi, Sulawesi Utara, ya. Jadi semuanya sudah lengkap selesai, insya Allah terwakili," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, kemarin. Ia menggambarkan komposisi Kabinet Indonesia Maju mewakili tiap pulau.

Bukan hanya keterwakilan pulau, khusus wamen, Jokowi memilih kriteria berdasarkan kualitas. Misalnya, Surya Tjandra yang ditunjuk Jokowi sebagai wakil menteri agraria dan tata ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Meski dari partai politik, Surya dinilai Jokowi mumpuni menyelesaikan berbagai masalah tumpang-tindih penggunaan lahan dan konflik agraria.

Lahir di Jakarta, 28 Maret 1971. Kedua orangtua Surya ialah pedagang ayam potong di Pasar Jatinegara, Jaktim. Surya meraih beasiswa untuk meneruskan pendidikannya ke program master hukum di Universitas Warwick, Inggris, dan program doktoral di Universitas Leiden, Belanda.

Surya pernah bekerja di LBH Jakarta dan menjadi pengacara bagi rakyat miskin. "Saya senang sekali bantu Pak Sofyan (Sofyan Djalil Menteri ATR/BPN), beliau ini memang favorit saya dari dulu," kata Surya di hadapan Sofyan seusai pelantikan. Surya Tjandra dan Sofyan Djalil sama-sama lulusan Fakultas Hukum UI. Selamat bekerja! (Akmal Fauzi/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More