Jumat 25 Oktober 2019, 18:20 WIB

Mahasiswi Pembuang Bayi di Ruteng Diciduk

Yohanes Manasye | Nusantara
Mahasiswi Pembuang Bayi di Ruteng Diciduk

ilustrasi
penangkapan

 

BINTARA Pembina Desa abinsa dan Babinkamtibmas menciduk seorang mahasiswi dari salah satu kampus di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (25/10) pagi.

Mahasiswi berinisial SA, 23, itu merupakan ibu sekaligus pelaku pembuangan bayi perempuan yang ditemukan warga sehari sebelumnya.

SA berasal dari Mbeling, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Ia merupakan mahasiswi semester delapan program studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas St Paulus Ruteng.

Selama masa kuliah, ia tinggal di rumah paman dan bibinya di Ngencung, Kelurahan Watu, Ruteng, Manggarai.

Anehnya, orang-orang serumah mengaku tak mengetahui kehamilan SA. Bahkan, keseharian SA tak terlihat aneh dan mencurigakan.

"Tiap hari terlihat seperti biasa. Pergi ke kampus, kerja di rumah. Seperti biasanya. Makanya kami juga kaget ini," tutur Dentiana, bibinya.

Dari pengakuannya, SA bersalin seorang diri di kamar tidurnya pada Selasa (22/10) malam. Saat itu, bayi langsung dibekap hingga meninggal. Kemudian ia menyembunyikannya di bawah kolong tempat tidurnya.

Keesokan harinya, ia menguburkan jasad bayi di belakang rumah tersebut.


Baca juga: Bakal Calon Kepala Daerah NasDem di NTT Sampaikan Visi Misi


Lalu pada Rabu (23/10) malam, ia menggali kembali kubur sedalam kurang lebih 30 cm itu dan membuang bayinya di tepi kali sejauh 150 meter dari rumah tinggalnya. Jasad bayi ditemukan dalam kondisi membusuk oleh warga setempat pada Kamis (24/10) pagi.

Petugas Babinkamtibmas dan Babinsa setempat melakukan penyisiran terhadap warga di sekitar tempat itu. Dalam waktu kurang dari 24 jam, mereka berhasil mengungkap ibu sekaligus pelaku pembuangan bayi tersebut.

Awalnya petugas curiga dengan SA yang mengalami kekurangan darah akut saat ditemui Kamis malam. Selanjutnya, mereka bersama Polwan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mendatangi SA pada Jumat pagi.

Meski sempat membantah, akhirnya SA pun mengakuinya secara jujur. Polisi yang menggeledah kamarnya menemukan adanya bercak-bercak darah. Mereka juga membawa SA untuk menjalani visum et repertum di RSUD Ruteng.

"Hasilnya ternyata benar. Dia terbukti baru selesai melahirkan," ujar Kanit PPA Polres Manggarai Bripka Anton Habun.

Polisi terus melakukan penyelidikan. SA dijerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU No 35 tahun 2014 junto pasal 181 KUHP. Ia diancam penjara maksimal 20 tahun. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More