Kamis 24 Oktober 2019, 17:30 WIB

Digitalisasi Rumah Sakit Bisa Tingkatkan Pelayanan Pasien

mediaindonesia.com | Humaniora
Digitalisasi Rumah Sakit Bisa Tingkatkan Pelayanan Pasien

Istimewa
Seremoni Grand Opening Eka Hospital di Kota Wisata-Cibubur, Bogor, dilakukan pada Kamis (24/10).

 

UNTUK menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas premium bagi masyarakat di kawasan Kota Wisata-Cibubur, Bogor, Eka Hospital pun telah hadir. Seremoni Grand Opening Eka Hospital dilakukan pada Kamis (24/10).

Direktur Utama PT Ekamas International Hospital dan sekaligus VP Medis dan Operasional Eka Hospital Group, dr.Francinita Nati, MM mengatakan, “Eka Hospital Cibubur hadir guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas premium bagi masyarakat."

Francinita menjelaskan bahwa Eka Hospital memiliki layanan kesehatan berkualitas dari segi pemakaian alat dengan teknologi terbaru maupun tenaga medis dan dokter yang berpengalaman dan menjadi komitmen Eka Hospital.

Dalam peresmian tersebut, turut hadir Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dr.Drg Marion Siagian M. Epid yang didampingi, para pejabat Pemkab Bogor, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin, dan Managing Director Sinar Mas, G Sulistiyanto.

Dalam sambutannya, Francinita bahwa digitalisasi pelayanan rumah sakit yang diimplementasikan Eka Hospital Kota Wisata-Cibubur menggunakan sistem electronic medical record terbaru, dan system application and product (SAP) healthcare.

Digitalisasi pelayanan rumah sakit, kata Francinita, akan memberikan pelayanan yang terintegrasi mulai dari front-end hingga back-end dengan sistem central database.

"Sehingga dapat memberikan manfaat pelayanan kesehatan yang lebih besar dari sisi keamanan, kecepatan, ketepatan, maupun efisiensi biaya pengobatan," tutur Francinita.

Adapun keseluruhan nilai investasi Eka Hospital Kota Wisata,Cibubur mencapai sekitar US$40 juta.

Direktur Eka Hospital Kota Wisata-Cibubur, dr. Feirlita Kuswandi, bahwa tiga keunikan layanan yang diusung oleh Eka Hospital adalah kebijakan 'Satu Pasien Satu Kamar' (One Patient One Room) pada semua kelas kamar perawatan guna mengurangi risiko infeksi nosokomial dan memberikan kenyamanan bagi pasien. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More