Jumat 25 Oktober 2019, 10:53 WIB

Angin Kencang Robohkan Atap Sekolah, Siswa Pindah ke Madrasah

Adi Kristiadi | Nusantara
Angin Kencang Robohkan Atap Sekolah, Siswa Pindah ke Madrasah

MI/Adi Kristiadi
Angin kencang robohkan ruang kelas SDN 02 Cijolang, KampungKaryalaksana, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 

SEBANYAK tiga ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri 02 Cijolang, Kampung Karyalaksana, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. ambruk pada Rabu (23/10). Dalam kejadian tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa karena para siswa telah pulang ke rumah masing-masing.

Kepala Sekolah SD Negeri 02 Cijolang, Agus Mulyana mengatakan, robohnya atap ruang kelas sekolah tersebut diterjang angin cukup kencang yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Namun, beruntung proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah selesai dilaksanakan.

"Robohnya atap sekolah itu sebenarnya telah diprediksi. Kayu atap bangunan telah lapuk, tembok mulai retak, serta banyak kayu jendela mulai dimakan rayap. Bahkan, sejak sebulan terakhir guru yang mengajar di tiga ruangan itu diperuntukkan untuk siswa kelas 1, 2, dan 3," katanya, Jumat (25/10).

Agus mengatakan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan sekolah telah berupaya melakukan koordinasi bersama pemerintah Desa Cijolang hingga mengajukan proposal untuk renovasi tiga ruang sejak 2017.

Proses belajar para siswa untuk sementara dipindahkan ke Madrasah Al Mutadin yang berlokasi sekitar 200 meter dari SD Negeri 02 Cijolang.

"Proses belajar mengajar yang dilakukan para siswa sekarang telah berpindah ke Madrasah, menjaga hal yang tidak diinginkan. Robohnya atap bangunan bukan yang kali pertama, pada 2008 lalu tiga ruang kelas 4, 5, dan 6, pernah terjadi di saat jam belajar. Untungnya ketika itu para siswa sedang beristirahat di luar kelas," ujarnya.

Menurut Agus, rusaknya atap bangunan sekolah terpaksa 50 siswa kelas 2 dan 3 sementara itu dipindahkan ke Madrasah Al Mutadin. Untuk siswa kelas 1 tetap ditempatkan di sekolah itu, bercampur dengan siswa kelas lainnya di tiga ruang kelas yang tersisa.

"Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Namun, selama ini belum ada keputusan kapan sekolah akan direnovasi tetapi sekarang ini akan berupaya membersihkan sisa puing dan merobohkan seluruh atap ruangan kelas yang terdampak supaya tidak membahayakan," katanya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ma'mun Gunawan mengatakan, angin kencang yang terjadi telah merobohkan atap ruangan SDN 02 Cijolang dan kejadian tersebut sudah disampaikan ke Bupati Garut.

"Kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah Kabupaten Garut, agar secepatnya melakukan renovasi bangunan sekolah supaya para siswa tidak berlama-lama di Madrasah. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, selama ini telah mencatat kekurangan ruang kelas SD sebanyak 2.000 unit. Selain itu, terdapat 3.000 unit dari 10 ribu total ruang kelas yang rusak berat tidak digunakan untuk KBM," paparnya. (OL-09)

 

 

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya