Jumat 25 Oktober 2019, 09:30 WIB

Jokowi akan Tagih Penuntasan Kasus Novel pada Kapolri Baru

Damar Iradat | Politik dan Hukum
Jokowi akan Tagih Penuntasan Kasus Novel pada Kapolri Baru

MI/ROMMY PUJIANTO
Novel Baswedan

 

PRESIDEN Joko Widodo berjanji bakal mengejar penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke Kapolri baru.

Hingga saat ini, kepolisian masih belum menemui titik terang soal siapa aktor penyerangan Novel.

"Akan saya kejar pada Kapolri yang baru, agar bisa diselesaikan," kata Jokowi saat berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

Sebelumnya, kepolisian sudah bekerja dua tahun lebih untuk mengusut kasus Novel. Kepolisian juga sempat membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pada awal tahun ini.

Enam bulan bertugas, temuan TGPF belum mampu mengungkap pelaku dan dalang kasus tersebut. Mereka malah merekomendasikan pembentukan Tim Teknis untuk menuntaskan kasus ini.

Baca juga: Polri: Mutasi 447 Anggota Upaya Penyegaran dan Reward

Pada 19 Juli 2019, Jokowi sempat menginstruksikan agar Tim Teknis menyelesaikan kasus Novel dalam waktu tiga bulan. Namun, hingga Oktober, belum ada perkembangan signifikan yang disampaikan pihak kepolisian maupun pemerintah.

Kendati begitu, Jokowi mengaku sudah melihat laporan dari mantan Kapolri Jendral Tito Karnavian terkait perkembangan kasus ini sebelum ia melantik Tito sebagai Menteri Dalam Negeri.

Menurut Jokowi, dari laporan Tito saat itu, ada perkembangan yang sangat baik.

"Akan segera diteruskan Kapolri baru dan segera diumumkan kalau betul-betul sudah selesai, ini bukan sebuah kasus yang mudah," ujar dia.

Jokowi juga sudah menunjuk calon Kapolri baru. Ia memilih Kabareskrim Komjen Idham Azis untuk meneruskan kerja Tito sebagai Kapolri.

"Pengganti Kapolri sudah kami ajukan juga hari ini ke DPR. Pak Idham Azis Kabareskrim, ya satu saja," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (23/10). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More