Kamis 24 Oktober 2019, 23:48 WIB

Kinerja Otot Berlebihan Picu Cedera Saat Berolahraga

Deri Dahuri | Humaniora
Kinerja Otot Berlebihan Picu Cedera Saat Berolahraga

AFP/Drew Angerer
Sport injury atau cedera akibat berolahrag biasanya akibat terjadi penebalan tendon akibat penggunaan otot secara berlebihan.

 

BEROLAHRAGA lari memang memiliki dampak yang positif bagi tubuh, di antaranya menjaga kesehatan jantung, melatih otot, mencegah depresi, mencegah osteoporosis, diabetes, dan obesitas, namun di balik sehatnya olahraga lari, tidak jarang cedera mengintai para pelari.

Di balik banyak manfaat olahraga, cedera kerap sering dialami para pelari. Sport injury atau cedera akibat berolahrag biasanya akibat terjadi penebalan tendon yang diakibatkan oleh penggunaan otot secara berlebihan, nyeri pada lutut bagian depan, terkilir atau keseleo, dan otot tegang.

Cedera akibat olahraga bisa jadi disebabkan iritasi tendon Achilles yang berada di bagian belakang pergelangan kaki dan nyeri pada bagian tulang kering setelah berlari. Kebanyakan cedera olahraga atau lari timbul karena memaksakan kinerja otot dan tulang secara berlebihan.

Tidak sedikit para pelari mengabaikan rasa nyeri pada kaki atau lututnya, yang merupakan alarm dari tubuh sebagai pencegahan cedera yang lebih lanjut. Melakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelah olahraga, mengatur pola makan serta melakukan latihan fisik secara rutin dan benar, dapat menghindari cedera.

“Jika mengalami cedera saat berolahraga lari, segera istirahatkan kaki yang cedera (rest) selama 48 jam, kompres dengan es di area yang sakit untuk mengurangi pembengkakan,” ujar dr. Bobby N. Nelwan, Sp.OT, dokter spesialis orthopaedik dari Omni Hospitals di Jakarta, Kamis (24/10)

Pengurangan pembengkakan, jelas Bobby,  lalu bisa gunakan elastic verband  atau compression, dan jika berbaring letakan posisi kaki yang cedera lebih tinggi 6 hingga 10 inci dari jantung (elevate), atau para pelari lebih mengenal teknik ini dengan istilah ‘Rice’.

Sebagai peraih penghargaan Orthopaedic Service Provider of the Year dari Global Health & Travel Magazine tahun 2016 dan 2019, Omni Hospitals secara khusus memberikan pemeriksaan kesehatan berupa mini medical check-up dan konsultasi dokter, serta edukasi kepada pelari mengenai persiapan dalam mengikuti ajang ini untuk mencegah cedera saat berlari

Bahkan Omni Hospitals sebagai official medical partner Electric Jakarta Marathon 2019 akan memberikan edukasi kesehatan dan layanan kesehatan untuk para peserta lari saat race pack collection pada 24-26 Oktober 2019 di P7 Ballroom Kuningan City, Jakarta. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More