Rabu 23 Oktober 2019, 12:05 WIB

Atasi Stunting, Herbalife Nutrition Foundation Jalin Kerja Sama

mediaindonesia.com | Humaniora
Atasi Stunting, Herbalife Nutrition Foundation Jalin Kerja Sama

Istimewa
Herbalife Nutrition Foundation (HNF) melakukan kerja sama dengan Yayasan Habitat for Humanity untuk pembangunan fasilitas sanitasi sehat.

 

DALAM lima tahun terakhir, pemerintah Indonesia meningkatkan perhatian dan anggaran untuk mempercepat penurunan angka bayi pendek (stunting) melalui penerbitan peratauran presiden dan menetapkan 160 kabupaten dan kota prioritas penanggulangan stunting.

Masalahnya, meski prevalensi nayi stunting di Indonesia pda 2018 masih tinggi dan mencapai  masih tinggi 30,8% atau sekitar 1 dari 3 anak balita merupakan bayi stunting, tak ada data prevalensi tingkat kecamatan dan desa yang dapat membantu menentukan area prioritas intervensi.

Saat ini informasi prevalensi status gizi anak di bawah lima tahun baru tersedia untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten yang berasal dari survei Riset Kesehatan Dasar. Padahal, lima tahun lagi pemerintah menargetkan angka stunting bisa diturunkan menjadi 19%.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Indonesia, Herbalife Nutrition Indonesia melalui Herbalife Nutrition Foundation (HNF) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Yayasan Habitat for Humanity untuk pembangunan fasilitas sanitasi sehat sekaligus edukasi kesehatan yang menargetkan kurang lebih 800 penduduk sebagai penerima manfaat di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Penandatanganan kerjas ama ini dilakukan Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi dan National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin.

“Kerja sama ini dilakukan sebagai kontribusi kami terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan kesehatan khususnya permasalahan stunting pada anak sebagai akibat minimnya fasilitas sanitasi dan MCK (mandi,cuci, kakus) khususya di wilayah Mauk, Kabupaten Tangerang,” ujar Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi, di Tangerang, Banten, Rabu (23/10).

“Program ini akan dimulai pada bulan November 2019 dan berakhir pada bulan Oktober 2020,” kata , Andam Dewi.

Melalui kemitraan dengan Habitat For Humanity Indonesia, kata Andam, HNF telah memberikan hibah keuangan sebesar US$ 100 ribu atau  Rp1,4 miliar untuk program yang dilaksanakan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Program tersebut sebagai pilot project dengan membangun antara lain 15 personal toilet untuk 15 keluarga, satu unit fasilitas air bersih yang akan dipergunakan 75 keluarga, 4 toilet umum untuk 60 keluarga, satu unit toilet sekolah dan edukasi pelatihan mencuci sehat bagi 200 masyarakat. Adapun untuk jangka waktu pengerjaan program akan dilaksanakan dengan hingga 12 bulan ke depan.

Merujuk pada data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, prevalensi stunting tumbuh hingga mencapai 40% pada anak umur 2 tahun. Peningkatan tersebut disebabkan salah satunya oleh perilaku kurang sehat seperti kebiasaan buang air besar (BAB) tidak pada tempatnya yang berakibat pada terkontaminasinya air yang kemudian dikonsumsi oleh anak-anak dan masyarakat.

“Hingga saat ini 2.934 anak-anak di Tangerang alami malnutrisi, khususnya Kecamatan Mauk sebagai salah satu wilayah layanan Habitat for Humanity Indonesia. Tidak hanya malnutrsi, per 2019, terdapat 2.796 keluarga yang tinggal di Kecamatan Mauk tidak memiliki toilet ataupun sanitasi yang layak. Dan kondisi ini memerlukan tindakan segera,” ungkap National Director Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin.

Susangto menjelaskan open defecation free masih menjadi salah satu prioritas yang terus disuarakan oleh Habitat for Humanity Indonesia dengan didukung berbagai pihak, salah satunya mitra Herbalife Nutrition Indonesia yang merupakan perusahaan produk nutrisi dan kesehatan.

Untuk memperkuat komitmen dan kontribusi dalam memerangi permasalahan nutrisi dan kesehatan masyarakat, Herbalife Nutrition, baru-baru ini juga meluncurkan sebuah inisiatif global bertajuk ‘Nutrition for Zero Hunger’.

 Inisiatif tersebut sejalan dengan Program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong banyak pihak di dunia untuk turut serta berperan dalam memerangi kelaparan dengan segala bentuknya serta memberikan solusi atas isu ketahanan pangan dan gizi dunia.

“Kami akan terus menjaga komitmen ini, karena kami percaya nutrisi yang sehat akan berdampak positif pada kehidupan manusia. Kami akan terus mendukung masyarakat di seluruh dunia yang membutuhkan dengan apa yang menjadi keahlian kami,” tutup Andam Dewi. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More