Kamis 24 Oktober 2019, 21:00 WIB

Kemendikbud Gelar Festival Seni Media Berskala Internasional

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemendikbud Gelar Festival Seni Media Berskala Internasional

Dok. Kemendikbud
Pembukaan Instrumenta 2: Machine/Magic

 

DIREKTORAT Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival Seni Media berskala Internasional.

Kegiatan yang bertajuk Instrumenta 2: Machine/Magic yang meramu irisan antara praktik seni media dan fiksi ilmiah itu jadi salah satu wujud kehadiran negara untuk mendukung dan memfasilitasi para seniman media agar dapat memamerkan karyanya.

"Pastinya tujuan utamanya untuk mengembangkan dan memajukan seni media, sehingga masyarakat luas dapat mengapresiasi perkembangan mutakhir seni media dalam konteks lokal maupun internasional," jelas Direktur Kesenian Restu Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Restu menambahkan, pergelaran yang diadakan untuk kedua kalinya tersebut berlangsung pada 23 Oktober hingga 19 November 2019.

"Festival Instrumenta ini juga memberikan wadah bagi berkembangnya ekosistem seni kontemporer Indonesia. Kegiatan ini juga sebagai ruang ekspresi dan presentasi karya bagi praktisi seni media sekaligus sebagai ruang interaksi dan apresiasi seni bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan seni sebagai objek pemajuan kebudayaan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No 5/2017," ujarnya.

Baca juga : Melestarikan Tari Seudati Lewat Festival

Festival tersebut  menghadirkan pameran, penampilan, diskusi, lokakarya, wicara seniman, dan tur kuratorial. Sekitar 28 seniman, 7 berasal dari luar negeri dan 21 dari Indonesia, akan menampilkan karya-karyanya.

Pameran ini turut menampilkan video performa seniman Australia, Stelarc, yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan tubuh. Pada 2006, misalnya, Stelarc mencangkok sel daun telinga manusia yang ditumbuhkan pada lengannya.

Sementara itu, salah satu karya dari Indonesia ialah instalasi kolaborasi Rega Rahman dan Bandu Darmawan yang berangkat dari riset mereka tentang Sudjana Kerton, pelukis yang secara terbuka mengaku pernah diculik alien.

Dalam pameran itu, pengunjung juga akan disambut robot karya Dwiky KA yang dikendalikan oleh balita jenius yang terinspirasi oleh karakter dari novel Getaran, karya pelopor fiksi ilmiah Indonesia Djoko Lelono.

Agung Hujatnikajennong, Direktur Artistik Instrumenta, mengatakan, pergelaran ini ingin melihat irisan-irisan yang inheren dan niscaya antara seni media dengan fiksi ilmiah sebagai konsep maupun praktik.

"Dengan mempersoalkan sains teknologi dan budaya yang dihasilkannya, karya-karya fiksi ilmiah maupun seni media memenuhi kebutuhan manusia untuk keluar melampaui kenyataan sehari-hari dan kesadaran normal melalui imajinasi menuju dunia penuh keajaiban, kebaruan, pesona sekaligus impian," tutur Agung. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More