Rabu 23 Oktober 2019, 14:15 WIB

Startup Properti Indonesia Menangi AETP yang Digelar Swiss

mediaindonesia.com | Ekonomi
Startup Properti Indonesia Menangi AETP yang Digelar Swiss

Istimewa
Co-founder Gradana, Angela Oetama (kiri)

 

PERUSAHAN peer to peer lending khusus properti, Gradana, menjadi satu-satunya perwakilan startup bidang teknologi finansial Indonesia yang memenangi ajang The Asia Entrepreneurship Training Program (AETP) yang diadakan pemerintah Swiss baru-baru ini. 

Dari 250 startup yang berpartisipasi, terpilih 20 finalis yang berhak mengikuti babak berikutnya. Finalis tersebut diseleksi lagi sehingga ditetapkan empat pemenang yang akan diberangkatkan ke Swiss pada Desember untuk bertemu calon investor ataupun mitra dalam program business matching.
 
Menurut co-founder Gradana, Angela Oetama, ajang ini merupakan validasi atas kehadiran Gradana sebagai platform yang menjembatani masalah kebutuhan pembiayaan properti yang selama ini sering dihadapi oleh masyarakat Indonesia  bagi para peminjam dan sebagai alternatif investasi properti bagi para pendana.

“Awalnya kami hanya melayani pembiayaan pembelian rumah, lalu berdasarkan kebutuhan yang ada dan permintaan para konsumen, kami merambah ke pembiayaan sewa  dengan GraSewa dan renovasi dengan GraRenov hingga yang terbaru melalui GraStrata untuk kebutuhan pembiayaan  pembelian rumah secondary," kata Angela di Jakarta, Rabu (23/10).

"Diversifikasi ini sebenarnya adalah respons kami terhadap berbagai kebutuhan pasar yang bermacam-macam terkait properti itu sendiri, di mana biaya sewa dan renovasi pun cukup tinggi dari segi nominal dan kebutuhannya  dan permintaan an property secondary yang sudah siap untuk langsung digunakan dan dihuni serta secara harga biasanya lebih murah dari yang baru atau primary” tuturnya. .

AETP (The Asia Entrepreneurship Training Program) hadir di Indonesia sebagai sebuah program yang diinisiasikan oleh Zürcher Hochschule für Angewandte Wissenschaften (ZHAW – Zurich University of Applied Sciences) dan Eidgenössische Technische Hochschule Zürich (ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology in Zurich.

Tujuan diselenggarakannya acara ini untuk mendapatkan startup-startup potensial dari kedua negara untuk dipertemukan dengan para venture capital dan stakeholders.

“Menjadi pemenang dari ajang seperti ini tentu patut kami syukuri. Sebagai sebuah startup, kami masih ingin terus bertumbuh dan berkembang baik dari sisi pasar maupun dari sisi teknologi," ujar Angela.  

"Dengan dipertemukannya nanti di Swiss bersama calon-calon investor, kami berharap  Gradana mendapatkan 'cheaper cost of fund' untuk bisa melayani konsumen Indonesia dengan lebih luas lagi dan dengan rate yang  semakin terjangkau," papar Angela.

Angela mengungkapkan bahwa potensi pasar di Indonesia masih sangat luas dan terbuka. Baru-baru ini, Gradana menjalin kerjasama dengan salah satu agen properti di kota Samarinda, Kalimantan.

Menurutnya, rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke daerah Kalimantan berdampak positif terhadap pertumbuhan industri properti di sana. Sebagai kota terbesar di pulau Kalimantan ditambah dengan rencana perpindahan ini, Samarinda memiliki potensi pasar properti yang cukup prospektif.

Luthfi Juharta, Associate di Coporate Venture Capital UMG Idealab dan Project Coordinator wilayah Jakarta dan Yogyakarta untuk Asia Entreprenuership Training Program mengamini apa yang dikatakan oleh Angela.

Menurut Luthfi, Gradana menunjukkan kinerja yang konsisten dalam pertumbuhan bahkan sejak pertama kali ikut pitching competition AETP di Jogjakarta.

“Jumlah lender dan borrower Gradana berkembang cukup pesat dan juga berhasil mendapatkan pendanaan. Saya sangat antusias melihat Gradana telah bisa berkolaborasi dengan startup lain dari AETP seperti Khaira Enery,” ujar Luthfi

Luthfi menambahkan, keempat startup yang akan berangkat ke Swiss ini diharapkan dapat bekerj asama dengan para pemangku kepentingan di sana baik untuk investasi, penetrasi maupun kolaborasi untuk mengembangkan produk. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More