Jumat 25 Oktober 2019, 08:05 WIB

Pemprov DKI Lebarkan Trotoar Empat Jalan Protokol

mediaindonesia.com | Megapolitan
Pemprov DKI Lebarkan Trotoar Empat Jalan Protokol

Istimewa/BERITA JAKARTA.ID
Perbaikan trotoar di Jalan Tebet Timur Raya, Tebet, Jakarta Selatan.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki (pedestrian) dengan merevitalisasi jalur pedestrian.

Revitalisasi jalur pedestrian menjadikan pejalan kaki sebagai arus uta­ma (mainstream) serta mengedepankan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta, mulai dari anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga para penyandang disabilitas.

Setelah sukses membangun trotoar Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, yang kini dijadikan benchmark Pemprov DKI, trotoar di empat jalan protokol lainnya juga segera direvitalisasi. Empat jalan itu adalah Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, dan Jalan Letjen S Parman.

“Tidak hanya di empat jalan itu, pelebaran trotoar juga akan menyasar 25 lokasi lainnya yang tersebar di lima wilayah Jakarta,” ungkap Pejabat Pemegang Komitmen Pembangunan Infrastruktur Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita dalam diskusi di Ruang Ketiga Jakarta, Balai Kota, Minggu (20/10).

Riri menjelaskan pembangunan trotoar dan revitalisasi jalur pedestrian (pejalan kaki) itu ialah upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengha­dirkan kenyamanan, keselamatan, dan kesetaraan bagi pejalan kaki di Jakarta.

“Kesetaraan tersebut tecermin dari tersedianya ramp (bidang miring), guiding block (paving kuning di trotoar), hingga pemuatan instalasi dan aktualisasi karya seni di ruang-ruang terbuka yang bisa dinikmati setiap warga dengan bebas.” kata Riri.

Fasilitas Lengkap

Sejak 2017 hingga 2019, Pemprov DKI telah merevitalisasi trotoar, yakni sepanjang 134 km. Angka itu ditargetkan semakin meningkat pada 2020 dengan menyiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 km.

Terkait dengan usulan pelebaran trotoar, menurut Riri, tak hanya datang dari SKPD, tetapi juga dari permintaan warga yang ingin trotoar di kawasan tempat tinggal mereka ditata.

Dinas Bina Marga DKI pun menyambut positif permintaan warga itu. Tahun depan tidak hanya jalan protokol, tetapi juga penataan trotoar akan dilakukan pada jalan-jalan lingkungan, terutama jalan yang berdekatan dengan fasilitas publik agar memudahkan akses masyarakat.

“Misalnya, jalan lingkungan yang dekat dengan sekolah serta puskesmas untuk memudahkan masyarakat,” ungkap Riri.

Riri juga memastikan di trotoar yang cukup lebar dan jalan lebar akan diterapkan metode complete street. Complete street merupakan komposisi jalan dengan fasilitas yang lengkap, yakni ada jalur pejalan kaki, jalur sepeda, bagian untuk PKL/UKM, parkir mobil on street, serta jalur kendaraan bermotor.

“Contoh yang sudah ada metode complete street ini ada di kawasan Jalan Barito, Jakarta Selatan,” pungkas Riri. (Put/S5-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More