Jumat 25 Oktober 2019, 08:00 WIB

Kolaborasi Memaksimalkan Interaksi Ruang Ketiga

mediaindonesia.com | Megapolitan
Kolaborasi Memaksimalkan Interaksi Ruang Ketiga

Istimewa
Ruang Ketiga Skate Park kawasan Jalan Jendral Sudirman berada tepat di depan halte Transjakarta Dukuh Atas 2.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal terus menambah spot ruang ketiga (ruang setelah rumah dan tempat belajar/bekerja) untuk menghadirkan nilai kesetaraan bagi seluruh warga Jakarta.

Dengan hadirnya nilai kesetaraan tersebut, akan tercipta kolaborasi antara masyarakat dengan Pemprov DKI Jakarta, yang tidak hanya berhenti pada perencanaan pembangunan, tetapi juga bisa terus berjalan pasca selesainya pembangunan.

“Evaluasi dari kami adalah masyarakat juga harus ikut menjaga ini ya karena ini semata tidak bisa diserahkan kepada kami saja. Kami sudah membangun, yang perencanaannya itu dikerjakan bersama kolaborasi dengan masyarakat,” tutur Pejabat Pemegang Komitmen Pembangunan Infrastruktur Kegiatan Strategis Daerah Dinas Bina Marga DKI Jakarta Riri Asnita saat ditemui Media Indonesia, di Jakarta, Minggu (20/10).

Salah satu contoh Ruang Ketiga yang telah dibangun dan menjadi sarana interaksi warga adalah Spot Budaya Dukuh Atas 2 dan Jalur Pedestrian di sepanjang Sudirman-Thamrin.

Di kedua tempat tersebut, para pejalan kaki dimanjakan dengan adanya penampilan seni dan budaya dari berbagai komunitas seni dan budaya pada waktu-waktu tertentu.

Selanjutnya, terang Riri, pihaknya terus berupaya menambah spot-spot ruang ketiga di beberapa titik di wilayah Jakarta Selatan seperti di Jalan Prof Dr Satrio, Tebet.

Ia juga menyebutkan ruang ketiga tidak hanya berfokus pada ruang yang dibangun khusus. Pedestrian yang sudah memadai serta taman-taman di Jakarta yang sudah dimaksimalkan Pemprov DKI dapat juga difungsikan sebagai ruang ketiga.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga terus melakukan perbaikan trotoar agar berfungsi sebagai ruang ketiga di masyarakat.

Pada tahun 2019 ini, bahkan Pemprov DKI juga menghadirkan seni mural di Terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, sebagai salah satu variasi atraksi di ruang ketiga.

Pada area yang dibangun dengan menggunakan pendekatan transit oriented development (TOD) itu, terdapat dua jenis mural, yakni di bagian sisi utara Terowongan Jalan Kendal dibuat mahasiswa dari Universitas Paramadina.

Adapun di sisi selatan, ada mural karya seniman internasional bernama Snyder (Berlin) dan Darbotz (Jakarta) sebagai bentuk perayaan Sister City Jakarta-Berlin, kerja sama Pemprov DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan unsur dari masyarakat, yaitu Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan iMural.

Pemprov DKI pun berharap dengan hadirnya ruang ekspresi seni, budaya, serta olahraga itu, bukan hanya jadi penghijauan dan penyerap polusi di tengah kota.

“Kami berharap spot khusus seperti itu menjadi sarana edukasi dan pusat budaya interaksi warga,” terang Riri.

Rekreasi
Saat ditemui terpisah, Abdu, 18, remaja asal Jakarta Timur, menyebutkan sangat menikmati ruang ketiga yang telah dibangun Pemprov DKI seperti di Dukuh Atas.

Ditemui Media Indonesia saat bermain skateboards, Abdu mengaku berharap ruang ketiga seperti Spot Budaya Dukuh Atas 2 tersebut dapat ditambah di berbagai wilayah.

“Ke depan, dalam membangun ruang ketiga berfungsi khusus ini, Pemprov DKI harus lebih terbuka bekerja sama dengan para komunitas atau ahli,” terang dia.

Saat dihubungi terpisah, pengamat perkotaan Nirwono Joga meminta agar Pemprov DKI tidak hanya fokus pada pembangunan ruang ketiga, tetapi juga memaksimalkan taman-taman di Jakarta agar menjadi ruang ketiga atau ruang rekreasi bagi masyarakat.

“Jika ingin berhasil, masyarakat dapat mendorong untuk membangun taman kota lebih banyak lagi di sekitar permukiman warga. Idealnya, taman dapat ditempuh warga dengan berjalan kaki 5-7 menit dari rumah,” kata Nirwono. (Put/S5-25)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More