Kamis 24 Oktober 2019, 20:19 WIB

Mensos Juliari Batubara Fokus Tekan Angka Kemiskinan

Atalya Puspa | Humaniora
Mensos Juliari Batubara Fokus Tekan Angka Kemiskinan

MI/bary Fatahillah
Menteri Sosial Juliari P. batubara

 

MENTERI Sosial Kabinet Indonesia Maju Juliari P. Batubara resmi mengemban tugasnya untuk satu periode ke depan. Dalam acara serah terima jabatannya, Juliari mengungkapkan akan berfokus untuk menangani kemiskinan di Indonesia.

Dirinya optimistis, selama lima tahun ke depan kemiskinan bisa terus ditekan di bawah angka 9%.

"Kita harus pastikan kemiskinan di indonesia makin lama makin kita tekan di bawah angka 9%. Ini tidak mudah. Tapi saya yakin tim di Kemensos sudah terbukti, kalau saya liat dari sisi penganggarannya sudah cukup baik, karena fokus pada kegiatan di lapangan," kata Juliari di Gedung Kemensos Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Saat ini sendiri, tingkat kemiskinan di Indonesia berada di angka 9,41%. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), masyarakat miskin pada Maret 2019 sebanyak 25,14 juta orang.

Baca juga : Tahun 2020 Irjen Kemensos Tancap Gas Kawal Penyelenggaraan Kesos

Untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia, dirinya menyatakan akan melanjutkan program dari Menteri sebelumnya, dan terus berupaya agar program-program di Kementerian Sosial tepat sasaran.

"Kita di sini bekerja sebagai social safety nett. Jadi kita harus memastikan program-program harus tepat sasaran. Ini menyangkut dana yang besar dan kepentingan masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan Menteri Sosial yang kini ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang optimistis Juliari mampu memimpin Kemensos untuk kemajuan Indonesia.

"Saya sangat terharu. Saya senang bekerja dengan tim yang luar biasa. Saya berpesan, semuanya, harus memberikan dukungan yang besar sepenuhnya kepada mensos yang baru," katanya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More