Kamis 24 Oktober 2019, 20:16 WIB

Buruknya Komunikasi Orang Tua dan Anak Akibatkan Kenakalan Remaja

Atalya Puspa | Humaniora
Buruknya Komunikasi Orang Tua dan Anak Akibatkan Kenakalan Remaja

Istimewa
Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Muhammad Yani.

 

DI tengah derasnya arus informasi saat ini, anak-anak juga turut memiliki akses luas. Hal itu menuntut orang tua untuk lebih berperan aktif dalam menyaring informasi yang diterima anak.

Di sini, komunikasi antara anak dan orang tua memiliki andil yang besar. Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Muhammad Yani mengungkapkan, buruknya komunikasi antara orang tua dan anak dapat mengakibatkan kenakalan remaja.

"Komunikasi antara orang tua dan anak bisa seputar kesehatan reproduksi, atau masalah sosial lainnya. Kalau tidak begitu, nanti akan timbul kenakalan remaja ataupun pergaulan bebas," kata Yani di Jakarta, Kamis (24/10).

Yani mengimbau kepada orang tua untuk terus proaktif mengikuti perkembangan zaman agar dapat menyesuaikan diri dengan tumbuh kembang anak. Dengan demikian, komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak dapat terjaga.

"Situasi remaja sekarang beda. Tugas orang tua bukan hanya mencari nafkah, tapi juga membimbing anak untuk membangun komunikasi yang efektif," ujarnya.

"Kalau lihat narkoba, persoalan pertama ketika di rumah yang ingin dia dapatkan tidak dapat. Kalau orang tua masuk di awal saat peroalan ini mulai muncul mulai menggangu pikiran anak, dijelaskan secara gamblang oleh orang tua, ini gak akan terjadi," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Country Representative Johns Hopkins Center for Communication Program (JHCCP) for Indonesia Fitri Putjuk menambahkan, orang tua juga harus menjadi sumber utama untuk menginformasikan kepada anak mengenai kesehatan reproduksi.

Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan, anak justru ingin berbagi dengan orang tua seputar masalah seksual. Namun, kadang kala orang tua malah menganggap perbincangan tersebut merupakan hal yang tabu.

"Sebenarnya masalah kesejatan reproduksi, remaja tidak mau bicara dengan peernya, tapi maunya sama ibunya. Sebaliknya, orang tua enggan berbicara sesuatu yang sifatnya sensitif seksualitas karena mereka tidak tahu caranya," katanya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More