Kamis 24 Oktober 2019, 19:30 WIB

Kapal Wisatawan Tenggelam di Perairan Alor, 12 Turis Selamat

Alexander P Taum | Nusantara
Kapal Wisatawan Tenggelam di Perairan Alor, 12 Turis Selamat

MI/Alexander P Taum
Sebanyak 12 wisatawan mancanegara dievakuasi setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Alor, NTT, Rabu (23/10).

 

KLM Ratu Pelangi, kapal pesiar 74 GT yang mengangkut 21 penumpang dari Pelabuhan Kalabahi ke Pulau Manu, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (21/10), dilaporkan tenggelam pada Rabu (23/10) pukul 02.52 Wita di sekitar perairan Desa Warelang, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor.

Sebanyak 12 penumpang diketahui merupakan warga negara asing. Saat kejadian, kapal mengalami kebocoran sehingga kapten kapal menginstruksikan untuk meninggalkan kapal dengan menggunakan dua sekoci. Beruntung, seluruh ABK, pemandu wisata, serta 12 WNA selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, selaku Koordinator Misi SAR (SMC), I Putu Sudayana, Kamis (24/10), menjelaskan, pihaknya menerima laporan melalui saluran telepon dari agen kapal KLM Ratu Pelangi, Rahmidin, pada Rabu (23/10) pukul 08.45 Wita, tentang kecelakaan kapal berupa 1  buah kapal tenggelam, pada koordinat 08°9'6.04"s-125°6'5.06"e  dengan radial 83.49° dan jarak 64.77 km dari Pos SAR Alor.

Sudayana menjelaskan kronologi kejadian bermula pada 21 Oktober 2019 pukul 17.00 Wita, Kapal KLM Ratu Pelangi berangkat dari Pelabuhan Kalabahi guna mengantar penumpang ke Pulau Manu.

Kemudian pada 23 oktober 2019 pukul 02.52 Wita, KLM Ratu Pelangi dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Desa Warelang, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Ketika kapal tenggelam, kapten memerintahkan untuk meninggalkan kapal dengan dua buah sekoci.

Dijelaskan Sudayana, pada 23 Oktober pukul 08.50 Wita, pihaknya langsung berkoordinasi dengan instansi potensi SAR di wilayah kerja Kansar Maumere seperti Polsek Alor Timur, Pos Pol Air Alor, Pos AL Alor, KP3L Alor, KSOP Alor dan BPBD Alor.


Baca juga: Bupati Bengkalis Diperiksa KPK terkait Korupsi Pembangunan Jalan


Kemudian, pada pukul 09.00 Wita diberangkatkan tim rescue Pos SAR Alor berjumlah 3 orang menuju lokasi kejadian dengan menggunakan 1 unit truk personel, Pos SAR Alor dilengkapi dengan 1 unit rubber boat 30 pk pos sar Alor dan palsar air lainnya guna melaksanakan evakuasi SAR terhadap 21 org penumpang kapal, dalam kondisi selamat.

Para penumpang yang selamat itu lalu ditampung di rumah Kepala Dusun Kirarela, Desa Mausemang, Kecamatan Alor Timur.

Pada pukul 12.30 wita tim SAR gabungan tiba di rumah Kepala Dusun Kirarela guna mengevakuasi 21 penumpang, semuanya dalam keadaan selamat selanjutnya dibawa menggunakan truk menuju Polsek Alor Timur guna memberikan keterangan.

Kemudian, pada pukul 13.22 Wita, tim SAR gabungan dan 21 penumpang bergerak menuju Syahbandar Kalabahi, diperkirakan tiba di pukul 16.00 Wita. Selanjutnya 8 ABK dan t pemandu wisata diantar ke rumah masing-masing, sedangkan 12 WNA diantar ke hotel tempat mereka menginap dengan menggunakan mobil Syahbandar.

"Hasil pendataan oleh Tim SAR gabungan dan dari agen KLM Ratu Pelangi, kapal sudah sesuai dengan manifest yang ada berjumlah 21 orang, terdiri atas 8 ABK semuanya berkewarganegaraan Indonesia, kemudian 12 WNA dan 1 orang tour guide berkewarganegaraan Indonesia. Tujuan mereka dari Pelabuhan Kalabahi Alor menuju Pulau Manuk untuk berlibur," pungkas Sudayana (PT).

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More