Kamis 24 Oktober 2019, 18:20 WIB

Trik Abadikan Momen Konser dengan Ponsel Pintar

Fetry Wuryasti | Weekend
Trik Abadikan Momen Konser dengan Ponsel Pintar

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Grup band /rif tampil pada hari terakhir acara Musik Untuk Republik di Buperta, Cibubur, Jakarta, Minggu (20/10)

SEMENJAK maraknya fotografi digital, perhelatan konser terutama oleh musisi luar negeri, melarang penonton membawa atau memakai kamera profesional, seperti Digital SLR, mirrorless, dan perlengkapan foto termasuk tripod dan tongsis. 

Berkembangnya terknologi kamera pada ponsel pintar, memungkinkan penonton mengabadikan momen sebuah penampilan musik dengan fasilitas menu tele photo ataupun wide angle. Hasil fotonya pun tidak terlalu jomplang dengan kamera profesional, selama memahami trik pengambilan gambar.
 
Ardianto, pendiri foto konser menjelaskan jika konser diselenggarakan malam hari, maka cahaya akan sangat minim ditambah aksi musisi yang atraktif. Ini menimbulkan tantangan bagaimana bisa mengabadikan gambar. 

Penonton yang menyaksikan dan mengambil gambar sedari awal hingga akhir konser, kini bisa membawa smartphone dengan spesifikasi yang cukup membantu menghasilkan gambar bagus.

"Elemen kamera pada smartphone zaman sekarang berfungsi layaknya kamera profesional, contoh dengan Hadirnya menu pro atau expert. Sisanya tinggal dipercantik melalui aplikasi semacam VSCO. Hasilnya kalau untuk diposting di media sosial seperti Instagram sebenarnya sudah terlihat cukup bagus," jelas Ardianto pada workshop Panggung dari Lensa Smartphone yang diadakan Shopee di Jakarta, Kamis (24/10).

Posisi ketika seseorang memotret bisa dibilang menentukan, tapi hanya 10-20%. Hal yang terpenting adalah riset sebelum memotret, seperti mengetahui posisi artis muncul ke panggung dari arah mana, show akan seperti apa. Pengetahuan itu bisa didapatkan dengan rajin menyimak video konser seorang musisi dari sebulan sampai setahun ke belakang, yang biasanya memiliki konsep sama di tiap negara yang disambangi.

Sebisa mungkin penonton ambil pada sisi tengah, untuk mendapatkan tampilan panggung yang utuh. Setelah itu, membaca kapan pencahayaan panggung pada titik terang, yang biasanya terjadi saat si artis melakukan gimmick-gimmick tertentu. "Riset inilah yang menentukan akan ambil posisi dimana. Ini sudah ada pakem biasanya. Pada lagu ada pengulangan, maka posisi artis akan berulang lagi demikian juga lightingnya," jelas Ardianto. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More